Gara-gara Pencemaran Nama Baik, Rupert Murdoch Kehilangan Rp11,8 Triliun

Rabu, 19 April 2023 - 19:19 WIB
Dilansir dari BBC, Rabu (19/4/2023), Fox mengeaskan bahwa penyelesaian kesepakatan di salah satu persidangan pencemaran nama baik yang paling dinantikan dalam sejarah AS baru-baru ini, mencerminkan "komitmennya terhadap standar jurnalistik tertinggi". Pernyataan Fox menambahkan tanpa merinci bahwa jaringan tersebut "mengakui keputusan pengadilan yang menemukan klaim tertentu tentang Dominion adalah salah".

Saat konferensi pers, Kepala eksekutif Dominion John Poulos mengatakan bahwa kesepakatan itu, termasuk Fox mengaku berbohong, menyebabkan kerusakan besar pada perusahaannya. Justin Nelson, seorang pengacara Dominion, mengatakan kepada wartawan bahwa kebenaran itu penting.

"Kebohongan memiliki konsekuensi," tambahnya. "Lebih dari dua tahun yang lalu semburan kebohongan menyapu Dominion dan pejabat pemilu di seluruh Amerika ke dalam dunia alternatif teori konspirasi, menyebabkan kerugian besar bagi Dominion dan negara," kata Justin.

Justin menambahkan bahwa untuk "demokrasi bertahan", orang Amerika harus "berbagi komitmen terhadap fakta".

Gugatan Dominion menyatakan bahwa jaringan Fox telah menodai reputasi perusahaan pemungutan suara elektronik dengan menyiarkan kebohongan tentang pencurian suara tahun 2020 dari mantan Presiden Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!