Jokowi Restui Freeport dan Amman Ekspor Konsentrat Tembaga sampai Mei 2024
Jum'at, 28 April 2023 - 16:21 WIB
Dia menambahkan, hal lain yang menjadi pertimbangan yaitu masalah produktivitas khususnya pekerjaan yang juga akan terdampak apabila operasional bisnis terhambat dengan adanya pelarangan ekspor.
Lebih lanjut Arifin menyampaikan, pemerintah juga melihat bahwa progres pembangunan smelter Freeport Indonesia yang hingga April 2023 telah mencapai 61%. Sama halnya dengan Amman yang memiliki progres kurang lebih sama dengan PTFI.
"Untuk tembaga dapat kelonggaran karena ada perkembangan pembangunan smelter dan sudah spending sekian banyak. Kalau sudah lebih dari 60% kan anggarannya sudah mirip-mirip yang dikeluarkan," tukasnya.
Meskipun memberikan kelonggaran izin, pemerintah tegas meminta kepada PTFI maupun AMNT untuk menyelesaikan pembangunan smelter sesuai tenggat waktu yang ditetapkan yakni Mei 2024. "Kalau belum sesuai ya sesuai konsekuensinya. Kita minta mereka selesaikan dulu baru ekspor," tandas Arifin.
Baca juga: Pembangunan Smelter Tembaga di Sumbawa Barat Sudah Telan Anggaran Rp7,6 Triliun
Lebih lanjut Arifin menyampaikan, pemerintah juga melihat bahwa progres pembangunan smelter Freeport Indonesia yang hingga April 2023 telah mencapai 61%. Sama halnya dengan Amman yang memiliki progres kurang lebih sama dengan PTFI.
"Untuk tembaga dapat kelonggaran karena ada perkembangan pembangunan smelter dan sudah spending sekian banyak. Kalau sudah lebih dari 60% kan anggarannya sudah mirip-mirip yang dikeluarkan," tukasnya.
Meskipun memberikan kelonggaran izin, pemerintah tegas meminta kepada PTFI maupun AMNT untuk menyelesaikan pembangunan smelter sesuai tenggat waktu yang ditetapkan yakni Mei 2024. "Kalau belum sesuai ya sesuai konsekuensinya. Kita minta mereka selesaikan dulu baru ekspor," tandas Arifin.
Baca juga: Pembangunan Smelter Tembaga di Sumbawa Barat Sudah Telan Anggaran Rp7,6 Triliun
Lihat Juga :