Zimbabwe Akan Luncurkan Mata Uang Digital yang Diperkuat dengan Cadangan Emas
Senin, 01 Mei 2023 - 02:47 WIB
Sedangkan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa sedang mempertimbangkan langkah serupa. Di Zimbabwe, token baru "akan sepenuhnya didukung oleh emas fisik yang dipegang oleh bank" dan akan mulai beredar pada 8 Mei, kata Gubernur Reserve Bank of Zimbabwe John Mangudya.
Semua orang dapat membeli token dan menggunakannya sebagai cara untuk menyimpan uang mereka atau melakukan "transaksi antar orang-ke-orang dan orang-ke-bisnis," kata Mangudya.
Diterangkan juga warga Zimbabwe akan dapat membeli token melalui bank dan melakukan transaksi menggunakan "dompet e-gold atau kartu e-gold" yang dipegang oleh bank, katanya.
Sebagai informasi kepercayaan pada mata uang Zimbabwe sangat rendah setelah pada tahun 2008 tabungan banyak orang terhapus oleh hiperinflasi, yang mencapai 5 miliar persen, menurut Dana Moneter Internasional (IMF). Hal itu hampir merupakan rekor dunia.
Hiperinflasi mengakibatkan negara itu pada satu titik mengeluarkan uang kertas 100 triliun dolar Zimbabwe sebelum pemerintah terpaksa membuang sementara mata uangnya dan mengizinkan dolar AS digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.
Pada 2019, pemerintah memperkenalkan kembali mata uang Zimbabwe dan melarang mata uang asing sebagai alat transaksi lokal. Tetapi hanya sedikit yang mematuhinya dan pasar gelap justru berkembang. Sementara itu mata uang lokal dengan cepat mendevaluasi hingga memaksa Pemerintah mengalah dan tidak melarang dolar AS.
Semua orang dapat membeli token dan menggunakannya sebagai cara untuk menyimpan uang mereka atau melakukan "transaksi antar orang-ke-orang dan orang-ke-bisnis," kata Mangudya.
Diterangkan juga warga Zimbabwe akan dapat membeli token melalui bank dan melakukan transaksi menggunakan "dompet e-gold atau kartu e-gold" yang dipegang oleh bank, katanya.
Sebagai informasi kepercayaan pada mata uang Zimbabwe sangat rendah setelah pada tahun 2008 tabungan banyak orang terhapus oleh hiperinflasi, yang mencapai 5 miliar persen, menurut Dana Moneter Internasional (IMF). Hal itu hampir merupakan rekor dunia.
Hiperinflasi mengakibatkan negara itu pada satu titik mengeluarkan uang kertas 100 triliun dolar Zimbabwe sebelum pemerintah terpaksa membuang sementara mata uangnya dan mengizinkan dolar AS digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.
Pada 2019, pemerintah memperkenalkan kembali mata uang Zimbabwe dan melarang mata uang asing sebagai alat transaksi lokal. Tetapi hanya sedikit yang mematuhinya dan pasar gelap justru berkembang. Sementara itu mata uang lokal dengan cepat mendevaluasi hingga memaksa Pemerintah mengalah dan tidak melarang dolar AS.
Lihat Juga :