Integrasi BSI dan BTN Syariah Rampung Tahun Ini, Erick Thohir Beberkan Manfaatnya
Kamis, 04 Mei 2023 - 11:54 WIB
Integrasi BSI dan BTN Syariah akan segera rampung. Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian BUMN mencatat integrasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk ( BSI ) dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah rampung tahun ini. Proses penggodokan pun terus dilakukan.
Baca juga: Intip Kinerja Mentereng BSI di Awal 2023: Laba Bersih Tumbuh 47,65%, Aset Capai Rp313,25 T
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan masuknya BTN Syariah ke BSI memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR).
"BSI dan BTN syariah terus melakukan negosiasi dan insya Allah akhir tahun ini bisa final," ungkap Erick di Kementerian BUMN, Kamis (4/5/2023).
Dia memastikan sinergisitas BSI dan BTN Syariah juga memperluas kesempatan milenial mendapatkan rumah. Tercatat, ada 81 juta milenial yang belum memiliki rumah saat ini.
"Yang mesti dicatat kalau ingin menyediakan perumahan untuk milenial, harus punya pendanaan cukup agar mortgage yang sesuai, bahkan kita sudah dorong konsep baru rent to own, belum ada itu, sewa jadi cicilan. Setelah enam bulan sewa, anak muda yang serius ini jadi cicilan, di negara lain agak jarang," katanya.
Baca juga: Intip Kinerja Mentereng BSI di Awal 2023: Laba Bersih Tumbuh 47,65%, Aset Capai Rp313,25 T
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan masuknya BTN Syariah ke BSI memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR).
"BSI dan BTN syariah terus melakukan negosiasi dan insya Allah akhir tahun ini bisa final," ungkap Erick di Kementerian BUMN, Kamis (4/5/2023).
Dia memastikan sinergisitas BSI dan BTN Syariah juga memperluas kesempatan milenial mendapatkan rumah. Tercatat, ada 81 juta milenial yang belum memiliki rumah saat ini.
"Yang mesti dicatat kalau ingin menyediakan perumahan untuk milenial, harus punya pendanaan cukup agar mortgage yang sesuai, bahkan kita sudah dorong konsep baru rent to own, belum ada itu, sewa jadi cicilan. Setelah enam bulan sewa, anak muda yang serius ini jadi cicilan, di negara lain agak jarang," katanya.
Lihat Juga :