Kenaikan Pungutan Ekspor dan DMO Bikin Petani Sawit Jatuh lalu Tertimpa Tangga
Kamis, 04 Mei 2023 - 20:49 WIB
Terkait Domestic Market Obligation yang harus dipenuhi Ratio DMO diturunkan dari 1:6 ke 1:4, Arief berpendapat langkah ini akan membuat harga futures di luar negeri naik dan harga dalam negeri turun. Selain itu pungutan ekspor juga akan naik karena dasar perhitungannya menggunakan harga internasional.
"Jadi sepertinya nasib petani sawit dan pelaku usaha perkebunan sawit sudah didorong jatuh dan ditimpa tangga sekalian," katanya.
Diketahui, berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan No. 940 Tahun 2023 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) CPO untuk periode 1-15 Mei 2023 sebesar USD955,53/MT.
Baca juga: Inara Rusli Akhirnya Jawab Somasi Tenri Ajeng Anisa: Saya Mengklarifikasi dan Minta Maaf
Harga tersebut diketahui menguat sebesar USD22,84/MT atau 2,45 persen dari harga referensi CPO periode 16-30 April 2023 di kisaran USD932,69/MT.
"Jadi sepertinya nasib petani sawit dan pelaku usaha perkebunan sawit sudah didorong jatuh dan ditimpa tangga sekalian," katanya.
Diketahui, berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan No. 940 Tahun 2023 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) CPO untuk periode 1-15 Mei 2023 sebesar USD955,53/MT.
Baca juga: Inara Rusli Akhirnya Jawab Somasi Tenri Ajeng Anisa: Saya Mengklarifikasi dan Minta Maaf
Harga tersebut diketahui menguat sebesar USD22,84/MT atau 2,45 persen dari harga referensi CPO periode 16-30 April 2023 di kisaran USD932,69/MT.
(uka)
Lihat Juga :