RI Berhasil Keluar dari Kelompok Fragile 5, Sri Mulyani Beberkan Kuncinya

Jum'at, 19 Mei 2023 - 13:09 WIB
Sejak tahun 2014, pemerintah mencanangkan kebijakan hilirisasi dengan mewajibkan pembangunan smelter bertahap bagi perusahaan tambang mineral.

Pemerintah juga memberikan berbagai dukungan fiskal baik melalui perbaikan ekosistem perpajakan maupun memberikan insentif fiskal lainnya.

Selain karena faktor harga komoditas yang melonjak tajam, Sri bilang, upaya menciptakan nilai tambah tinggi berperan penting dalam meningkatkan ekspor dan neraca perdagangan Indonesia yang signifikan.

"Nilai ekspor Indonesia tahun 2022 melonjak tajam dan mencatat rekor tertinggi dalam sejarah ekonomi Indonesia, yaitu USD292 miliar. Angka ini meningkat 66% dari posisi USD176 miliar pada tahun 2014. Tahun 2022, neraca perdagangan juga mencatatkan rekor tertinggi yaitu USD54,5 miliar," papar alumnus Universitas Indonesia itu.

Baca juga: Cerita Sri Mulyani Soal Ancaman Munculnya Pandemi Lanjutan

Hingga April 2023, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus 36 bulan beruntun. Menguatnya fondasi ekonomi Indonesia juga tercermin dari stabilnya pasar keuangan domestik di tengah tingginya volatilitas dan ketidakpastian pasar global. Sri menambahkan, rata-rata depresiasi uang rupiah pada tahun 2022 hanya 3,9% dibandingkan negara-negara lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!