IMA Dorong Anggota Tingkatkan Ekonomi Daerah dengan Program Konkret
Minggu, 21 Mei 2023 - 09:33 WIB
“Kita lihat berbagai kondisi seperti tergoncangnya Silicon Valey Bank hingga kasus Credit Suisse di Eropa, di samping inflasi yang tinggi di berbagai negara dampak dari inflasi Rusia ke Ukraina serta pengaruh adanya pendemi Covid-19 selama 3 tahun,” tuturnya.
Namun, kata dia, belakangan ini inflasi global sudah mulai menurun dikarenakan intervensi dari mayoritas bank sentral, termasuk The Fed yang terus menaikan suku bunga yang kini mencapai 5%, atau naik selama 10 kali berturut-turut untuk mengendalikan inflasi.
Indonesia, ungkap Suparno, masih bisa bertahan dikarenakan tingkat inflasi mulai membaik yaitu lebih rendah dari akhir tahun 2022, yang saat itu berada di angka 5,5%. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mengalami perbaikan di angka sekitar Rp15.000.
“Situasi makro ekonomi Indonesia yang membaik ini, mengingatkan kita di IMA untuk terus optimistis bahwa negara kita sanggup untuk melewati krisis dengan baik dan kita di IMA secara bersama-sama harus bisa menangkap peluang tersebut,” tandasnya.
Baca juga: IMF Beri Kabar Gembira ke Jokowi: Ekonomi Indonesia Baik dan Stabil di Tengah Ketidakpastian
Dia menekankan, IMA sebagai asosiasi pemasaran yang terdiri dari akademisi, professional, pemerintah dan pengusaha, perlu berkolaborasi untuk berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di Tanah Air melalui program yang kreatif dan inovatif.
Namun, kata dia, belakangan ini inflasi global sudah mulai menurun dikarenakan intervensi dari mayoritas bank sentral, termasuk The Fed yang terus menaikan suku bunga yang kini mencapai 5%, atau naik selama 10 kali berturut-turut untuk mengendalikan inflasi.
Indonesia, ungkap Suparno, masih bisa bertahan dikarenakan tingkat inflasi mulai membaik yaitu lebih rendah dari akhir tahun 2022, yang saat itu berada di angka 5,5%. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mengalami perbaikan di angka sekitar Rp15.000.
“Situasi makro ekonomi Indonesia yang membaik ini, mengingatkan kita di IMA untuk terus optimistis bahwa negara kita sanggup untuk melewati krisis dengan baik dan kita di IMA secara bersama-sama harus bisa menangkap peluang tersebut,” tandasnya.
Baca juga: IMF Beri Kabar Gembira ke Jokowi: Ekonomi Indonesia Baik dan Stabil di Tengah Ketidakpastian
Dia menekankan, IMA sebagai asosiasi pemasaran yang terdiri dari akademisi, professional, pemerintah dan pengusaha, perlu berkolaborasi untuk berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di Tanah Air melalui program yang kreatif dan inovatif.
Lihat Juga :