PMI Manufaktur RI Melambat pada Mei tapi Tetap Ekspansif 21 Bulan Beruntun

Selasa, 06 Juni 2023 - 08:12 WIB
"Sangat mengkhawatirkan melihat bahwa sentimen bisnis tetap suram, dengan tingkat kepercayaan semakin turun di bawah rata-rata pada bulan Mei, mencerminkan kekhawatiran yang masih ada terhadap perkiraan pada tahun yang akan datang," tuturnya.

Baca juga: Tembus USD60,6 Miliar, Industri Manufaktur Penyumbang Tertinggi Ekspor di 4 Bulan Pertama 2023

Meski ada penurunan pada permintaan baru, beban kerja perusahaan menjadi berkurang dan pasokan barang tetap dalam jumlah besar. Hal tersebut diperkirakan bisa membantu perusahaan dalam meningkatkan penjualan pada bulan berikutnya.

“Kondisi permintaan yang lebih lemah menyebabkan berkurangnya tekanan harga bagi produsen Indonesia, yang artinya inflasi harga jual akan lebih lunak di sektor produksi barang, sehingga mencerminkan upaya Bank Indonesia dalam menurunkan tekanan inflasi melalui pengetatan kebijakan moneter,” bebernya.

Baca juga: BPS Catat Inflasi Bulanan 0,09% pada Mei, Terendah Sejak Januari 2023

Untuk diketahui, laju pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia terus melambat sejak awal kuartal kedua. Produksi kembali meningkat didukung oleh pesanan yang ada dan kondisi persediaan pasokan yang lebih baik, namun laju pertumbuhan berkurang di tengah tengah kontraksi pada permintaan baru. Imbasnya, aktivitas pembelian melemah dan tingkat lapangan pekerjaan hanya tumbuh sedikit.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!