Pertamina Cetak Laba Rp56,6 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Selasa, 06 Juni 2023 - 20:26 WIB
"Capaian ini bukan capaian windfall semata dan sebagainya, ada yang menyatakan ini karena ICP, kurs, ayo kita lihat data. Ini kinerja terbaik dari tahun ke tahun," kata dia.
Nicke menyebutkan bahwa pada tahun 2012 - 2014 cost dari biaya di tahun tersebut mencapai 93%-94%. Namun, pada tahun 2022 cost semakin ramping hingga mencapai 89%.
"Di mana, ada 267 program yang kita garap selama tahun 2022 untuk melakukan cost efisien dan revenue tahun 2022 tahun terbaik, dan kita berharap ini akan terus tumbuh berkelanjutan," kata dia.
Tak hanya itu, pendapatan Pertamina 2022 juga meningkat menjadi USD84,89 miliar atau naik 48% dari 2021 yang mencapai USD57,5 miliar. Adapun juga Ebitda Pertamina tahun 2022 ini mengalami lonjakan 47% menjadi USD13,59 miliar dari 2021 yang mencapai USD9,26 miliar.
Baca Juga: Rombak Direksi, Pertamina Geothermal Bagi Dividen Rp1,48 Triliun
Nicke menyebutkan bahwa pada tahun 2012 - 2014 cost dari biaya di tahun tersebut mencapai 93%-94%. Namun, pada tahun 2022 cost semakin ramping hingga mencapai 89%.
"Di mana, ada 267 program yang kita garap selama tahun 2022 untuk melakukan cost efisien dan revenue tahun 2022 tahun terbaik, dan kita berharap ini akan terus tumbuh berkelanjutan," kata dia.
Tak hanya itu, pendapatan Pertamina 2022 juga meningkat menjadi USD84,89 miliar atau naik 48% dari 2021 yang mencapai USD57,5 miliar. Adapun juga Ebitda Pertamina tahun 2022 ini mengalami lonjakan 47% menjadi USD13,59 miliar dari 2021 yang mencapai USD9,26 miliar.
Baca Juga: Rombak Direksi, Pertamina Geothermal Bagi Dividen Rp1,48 Triliun
Lihat Juga :