Tekan Harga Telur, Pemerintah Perbanyak Indukan Ayam
Kamis, 15 Juni 2023 - 14:19 WIB
Sehingga, induk ayam yang semestinya memproduksi telur, jadi terhalang. Inilah yang menyebabkan produksi telur menipis, harga otomatis melonjak.
"Gini, kemarin itu ayam terlalu murah terutama Lebaran itu harganya Rp33.000-34.000, padahal kalau mau survive itu harganya Rp37.000-38.000. Nah, kalau telur mau untung itu Rp28.000, tapi sekarang dijual Rp25.000," terang dia saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (15/6/2023).
Baca juga: Mengukur Kewajaran Harga Telur
"Ayam yang induk telur aja dijual agar harganya naik, tapi harga telurnya kurang. Jika begitu, ayam belum saatnya menetes tapi sudah dipecahin, di-cutting namanya, dibuang sehingga harga naik," imbuh mantan Ketua MPR itu.
Oleh sebab itu, saat ini pemerintah sedang berupaya menambah jumlah indukan ayam agar bisa memproduksi telur lebih banyak. Dengan begitu, pasokan telur di pasaran bisa tercukupi dan harga bisa kembali stabil.
"Gini, kemarin itu ayam terlalu murah terutama Lebaran itu harganya Rp33.000-34.000, padahal kalau mau survive itu harganya Rp37.000-38.000. Nah, kalau telur mau untung itu Rp28.000, tapi sekarang dijual Rp25.000," terang dia saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (15/6/2023).
Baca juga: Mengukur Kewajaran Harga Telur
"Ayam yang induk telur aja dijual agar harganya naik, tapi harga telurnya kurang. Jika begitu, ayam belum saatnya menetes tapi sudah dipecahin, di-cutting namanya, dibuang sehingga harga naik," imbuh mantan Ketua MPR itu.
Oleh sebab itu, saat ini pemerintah sedang berupaya menambah jumlah indukan ayam agar bisa memproduksi telur lebih banyak. Dengan begitu, pasokan telur di pasaran bisa tercukupi dan harga bisa kembali stabil.
Lihat Juga :