Wall Street Ditutup Rebound Didorong Optimisme Data Ekonomi
Rabu, 28 Juni 2023 - 08:19 WIB
Wall Street ditutup rebound pada perdagangan Selasa (27/6/2023) waktu setempat usai penurunan beruntun belum lama ini. Foto/Dok
NEW YORK - Wall Street ditutup rebound pada perdagangan Selasa (27/6/2023) waktu setempat usai penurunan beruntun belum lama ini. Optimisme data ekonomi meredakan kekhawatiran investor tentang ancaman resesi di tengah sinyal Federal Reserve atau The Fed bakal agresif soal suku bunga.
Baca Juga: Utang Menggunung, AS Bisa Lengser dari Kekuatan Finansial Global
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 212,03 poin atau 0,63% menjadi 33.926,74. Sedangkan indeks S&P 500 (.SPX) naik 49,59 poin, atau 1,15%, pada 4.378,41; dan Komposit Nasdaq (.IXIC) menambahkan 219,90 poin, atau 1,65%, pada 13.555,67.
Baca Juga: Utang Inggris Melebihi 100% Terhadap PDB, Angkanya Tembus Rp48.874 Triliun
Laporan terpisah menunjukkan pesanan baru untuk barang modal utama yang diproduksi di AS secara tak terduga naik di bulan Mei, dan penjualan melonjak di bulan yang sama. Sementara kepercayaan konsumen AS meningkat mendekati level tertinggi 1,5 tahun di bulan Juni.
Data ekonomi terbaru memberi investor alasan untuk membeli kembali saham setelah "koreksi yang cukup ganas" dalam beberapa sesi terakhir, kata Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott di Philadelphia.
Baca Juga: Utang Menggunung, AS Bisa Lengser dari Kekuatan Finansial Global
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 212,03 poin atau 0,63% menjadi 33.926,74. Sedangkan indeks S&P 500 (.SPX) naik 49,59 poin, atau 1,15%, pada 4.378,41; dan Komposit Nasdaq (.IXIC) menambahkan 219,90 poin, atau 1,65%, pada 13.555,67.
Baca Juga: Utang Inggris Melebihi 100% Terhadap PDB, Angkanya Tembus Rp48.874 Triliun
Laporan terpisah menunjukkan pesanan baru untuk barang modal utama yang diproduksi di AS secara tak terduga naik di bulan Mei, dan penjualan melonjak di bulan yang sama. Sementara kepercayaan konsumen AS meningkat mendekati level tertinggi 1,5 tahun di bulan Juni.
Data ekonomi terbaru memberi investor alasan untuk membeli kembali saham setelah "koreksi yang cukup ganas" dalam beberapa sesi terakhir, kata Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott di Philadelphia.
Lihat Juga :