Utang Menggunung, AS Bisa Lengser dari Kekuatan Finansial Global
Senin, 19 Juni 2023 - 14:21 WIB
loading...
Tingginya utang nasional serta kebiasaan menggunakan sanksi ekonomi disebut bisa menghancurkan citra AS sebagai kekuatan finansial global. Foto/Ilustrasi/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Utang yang menumpuk dan ketergantungan pada sanksi telah membahayakan kredibilitas Amerika Serikat (AS) sebagai mitra ekonomi dan dapat menghancurkan citranya sebagai kekuatan keuangan global. Pangsa AS dalam perputaran perdagangan global turun dengan cepat, sebuah tren yang kemungkinan akan berlanjut di tahun-tahun mendatang.
"Sebelumnya 70% perdagangan internasional dilayani oleh dolar, sekarang menjadi 60%. Dapatkah Anda bayangkan, 10% hanya dalam waktu singkat – ini signifikan. Secara alami, proses ini akan berlanjut, karena AS merusak kepercayaan mitra dengan tindakan mereka. Jadi, tentu saja, bukan dalam satu atau dua tahun, tetapi dalam 10 tahun, Amerika sebagai kekuatan finansial yang besar akan lenyap," kata Kepala Komite Pasar Keuangan Duma Anatoly Aksakov kepada outlet berita Izvestia di St Petersburg International Forum Ekonomi (SPIEF), dikutip dari Russia Today, Senin (19/6/2023).
Baca Juga: Berapa Banyak Utang AS USD31,4 Triliun? Jika Ditumpuk Bisa Sampai ke Bulan
Dia mencatat, terlepas dari kekurangan dalam kebijakan luar negerinya, AS telah dilanda masalah karena kebijakan ekonominya di dalam negeri. "AS suatu hari nanti bisa mengecewakan semua orang karena secara efektif tidak bisa membayar utangnya. Produk domestik bruto yang dihasilkannya lebih kecil dari utang yang diakumulasikan dan berapa pun yang diperoleh negara tidak akan cukup untuk membayar utang tersebut," cetusnya.
Sementara itu, lanjutnya, AS terus meminjam di seluruh dunia dan membayarnya dengan menumpuk utang dalam negeri. Pada akhirnya, kata Aksakov, akan tiba saatnya utang yang begitu banyak tersebut menjadi tidak mungkin dibayar dan ekonomi AS pun akan runtuh.
AS nyaris menghindari gagal bayar utang pertamanya awal bulan ini ketika Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang menangguhkan batas utang Washington sebesar USD31,4 triliun hingga 1 Januari 2025. Hal ini berarti bahwa pemerintah AS dapat terus membayar layanan di dalam negeri, seperti jaminan sosial dan Medicare, dengan meminjam uang ke luar negeri dan secara efektif menumpuk lebih banyak utang.
Utang nasional AS tercatat melampaui rekor USD32 triliun untuk pertama kalinya pada pekan lalu, berdasarkan data yang dirilis pada hari Jumat (16/6) oleh Departemen Keuangan. Rekor itu dicapai kurang dari dua minggu setelah Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang menangguhkan batas utang Washington sebesar USD31,4 triliun, mencegah apa yang akan menjadi default utang AS yang pertama.
"Sebelumnya 70% perdagangan internasional dilayani oleh dolar, sekarang menjadi 60%. Dapatkah Anda bayangkan, 10% hanya dalam waktu singkat – ini signifikan. Secara alami, proses ini akan berlanjut, karena AS merusak kepercayaan mitra dengan tindakan mereka. Jadi, tentu saja, bukan dalam satu atau dua tahun, tetapi dalam 10 tahun, Amerika sebagai kekuatan finansial yang besar akan lenyap," kata Kepala Komite Pasar Keuangan Duma Anatoly Aksakov kepada outlet berita Izvestia di St Petersburg International Forum Ekonomi (SPIEF), dikutip dari Russia Today, Senin (19/6/2023).
Baca Juga: Berapa Banyak Utang AS USD31,4 Triliun? Jika Ditumpuk Bisa Sampai ke Bulan
Dia mencatat, terlepas dari kekurangan dalam kebijakan luar negerinya, AS telah dilanda masalah karena kebijakan ekonominya di dalam negeri. "AS suatu hari nanti bisa mengecewakan semua orang karena secara efektif tidak bisa membayar utangnya. Produk domestik bruto yang dihasilkannya lebih kecil dari utang yang diakumulasikan dan berapa pun yang diperoleh negara tidak akan cukup untuk membayar utang tersebut," cetusnya.
Sementara itu, lanjutnya, AS terus meminjam di seluruh dunia dan membayarnya dengan menumpuk utang dalam negeri. Pada akhirnya, kata Aksakov, akan tiba saatnya utang yang begitu banyak tersebut menjadi tidak mungkin dibayar dan ekonomi AS pun akan runtuh.
AS nyaris menghindari gagal bayar utang pertamanya awal bulan ini ketika Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang menangguhkan batas utang Washington sebesar USD31,4 triliun hingga 1 Januari 2025. Hal ini berarti bahwa pemerintah AS dapat terus membayar layanan di dalam negeri, seperti jaminan sosial dan Medicare, dengan meminjam uang ke luar negeri dan secara efektif menumpuk lebih banyak utang.
Utang nasional AS tercatat melampaui rekor USD32 triliun untuk pertama kalinya pada pekan lalu, berdasarkan data yang dirilis pada hari Jumat (16/6) oleh Departemen Keuangan. Rekor itu dicapai kurang dari dua minggu setelah Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang menangguhkan batas utang Washington sebesar USD31,4 triliun, mencegah apa yang akan menjadi default utang AS yang pertama.
Lihat Juga :