Lakukan Redenominasi Saat Ini Bisa Jadi Bumerang buat Ekonomi
Minggu, 09 Juli 2023 - 14:50 WIB
Dia menilai bahwa redenominasi masih belum tepat dilakukan dalam jangka pendek. Beberapa pertimbangan sebelum melakukan redenominasi, yakni stabilitas inflasi harus terjaga.
"Pra kondisi ideal adalah inflasi kembali ke level pra pandemi dulu atau di kisaran 3%. Lebih rendah dari itu lebih bagus. Sekarang inflasi masih di kisaran 4% dan ada ancaman El Nino buat inflasi bisa naik lagi," ujar Bhima.
Dia mengatakan, pertimbangan utama jika memaksa redenominasi di saat inflasi masih tinggi adalah kekhawatiran terjadinya hiperinflasi. Fenomena ini dipicu oleh perubahan nominal uang hasil redenominasi mengakibatkan para pedagang untuk menaikkan pembulatan harga ke atas.
"Misalnya harga barang sebelum pemangkasan nominal uang Rp9.200 kemudian ga mungkin kan jadi Rp9,5 pascaredenominasi, yang ada sebagian besar harga dijadikan Rp10. Ada pembulatan nominal baru ke atas. Akibatnya harga barang akan naik signifikan, ini sulit dikontrol oleh pemerintah dan BI. Akibatnya apa? Hiperinflasi yang memukul daya beli," ucapnya.
Bhima mengatakan, Indonesia perlu mengambil pelajaran dari kegagalan redenominasi dari Brazil, Rusia dan Argentina karena kurangnya persiapan teknis, sosialisasi, kepercayaan terhadap pemerintah rendah, hingga momentum saat ekonomi alami tekanan eksternal.
"Pra kondisi ideal adalah inflasi kembali ke level pra pandemi dulu atau di kisaran 3%. Lebih rendah dari itu lebih bagus. Sekarang inflasi masih di kisaran 4% dan ada ancaman El Nino buat inflasi bisa naik lagi," ujar Bhima.
Dia mengatakan, pertimbangan utama jika memaksa redenominasi di saat inflasi masih tinggi adalah kekhawatiran terjadinya hiperinflasi. Fenomena ini dipicu oleh perubahan nominal uang hasil redenominasi mengakibatkan para pedagang untuk menaikkan pembulatan harga ke atas.
"Misalnya harga barang sebelum pemangkasan nominal uang Rp9.200 kemudian ga mungkin kan jadi Rp9,5 pascaredenominasi, yang ada sebagian besar harga dijadikan Rp10. Ada pembulatan nominal baru ke atas. Akibatnya harga barang akan naik signifikan, ini sulit dikontrol oleh pemerintah dan BI. Akibatnya apa? Hiperinflasi yang memukul daya beli," ucapnya.
Bhima mengatakan, Indonesia perlu mengambil pelajaran dari kegagalan redenominasi dari Brazil, Rusia dan Argentina karena kurangnya persiapan teknis, sosialisasi, kepercayaan terhadap pemerintah rendah, hingga momentum saat ekonomi alami tekanan eksternal.
Lihat Juga :