50 Ekonomi Terbesar di Dunia Tahun 2023, Indonesia Urutan Berapa?

Kamis, 13 Juli 2023 - 10:22 WIB
Abad ke-21 dijuluki oleh para ahli ekonomi sebagai Abad Asia, dimana China dan India kini sudah termasuk di antara lima ekonomi terbesar di dunia. Berikut daftar 50 ekonomi terbesar di dunia saat ini. Foto/Dok
JAKARTA - Dalam beberapa dekade terakhir, kita telah menyaksikan pergeseran dalam kekuatan ekonomi global , dari negara maju menuju pasar negara berkembang. Abad ke-21 dijuluki oleh para ahli ekonomi sebagai Abad Asia, dimana China dan India kini sudah termasuk di antara lima ekonomi terbesar di dunia.

Baca Juga: 15 Mata Uang Terkuat di Dunia, No 11 Tetangga Dekat Indonesia



China merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Sedangkan India sekarang memiliki ekonomi yang mendekati USD4 triliun dan menampung raksasa teknologi global seperti Apple Inc. (NASDAQ:AAPL), Microsoft Corporation (NASDAQ:MSFT), Alphabet Inc. (NASDAQ:GOOG), dan Twitter yang mempekerjakan ribuan orang.

Baca Juga: 10 Negara dengan Utang Luar Negeri Terkecil, No 1 Tetangga Dekat Indonesia

Menurut Forum Ekonomi Dunia (WEF), Asia yang merupakan rumah bagi hampir setengah dari populasi dunia, kemungkinan akan menghasilkan lebih dari 50% PDB dunia pada tahun 2040. Benua ini menyumbang hampir sepertiga dari total pendapatan dunia, dimana nilai perdagangan naik dari sekitar seperempat dekade yang lalu.

China dan India telah diramalkan oleh PwC untuk menjadi dua ekonomi terbesar dunia pada tahun 2050, melewati Amerika Serikat. Bagian Uni Eropa dari PDB global kemungkinan akan berkurang menjadi hanya 9%, dengan Prancis diramalkan keluar dari 10 besar, dan Italia dari 20 ekonomi terbesar di dunia.

Indonesia juga diproyeksikan menjadi salah satu dari tujuh ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2050. Vietnam dan Filipina diperkirakan juga akan mengambil langkah yang sama dalam beberapa dekade mendatang. Sementara itu Pakistan dapat menjadi kekuatan ekonomi terbesar keenam pada tahun 2075, menurut The Goldman Sachs Group, Inc. (NYSE:GS).

Memakai nilai Produk Domestik Bruto (PDB) untuk menentukan peringkat 50 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2023. Data tersebut bersumber dari Dana Moneter Internasional (IMF). Berikut adalah daftar ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2023 :

50. Portugal

PDB: USD252 miliar

Daftar ini dimulai dengan Portugal, negara Eropa selatan yang berbatasan dengan Spanyol. Perekonomian di negara ini telah bangkit kembali dari resesi yang disebabkan pandemi Covid-19. Pertumbuhan tersebut didorong oleh permintaan domestik yang kuat dan sektor pariwisata yang kembali menggeliat di negara tersebut. PDB Portugal diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,4% pada tahun 2023.

49. Irak

PDB: USD270 miliar

Irak pada tahun 2022 mencatat pertumbuhan PDB sebesar 8%. Salah satu penopang utamanya adalah peningkatan produksi minyak Irak sebesar 12% sebagaimana dicatat oleh IMF, ditambah lonjakan harga minyak di seluruh dunia menjadi angin segar bagi perekonomian Irak.

48. Finlandia

PDB: USD281 miliar

Finlandia memiliki PDB sebesar USD281 miliar pada tahun 2022. 60% ekspor negara ini didominasi ke anggota Uni Eropa, dengan Jerman dan Swedia menjadi mitra dagang terbesarnya. Finlandia mengalami resesi ringan pada tahun 2022, yang menyebabkan rendahnya pertumbuhan ekonomi di paruh pertama tahun 2023.

47. Republik Ceko

PDB: USD290 miliar

Republik Ceko masuk dalam daftar ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2023 karena ukuran PDB-nya, yang diukur sebesar USD290 miliar pada tahun 2022. Namun pertumbuhan ekonomi Ceko diperkirakan akan menurun, dari 2,5% pada tahun 2022 menjadi 0,2% di 2023.

Inflasi diperkirakan akan melambat dari 14,6% pada tahun 2022 menjadi 11,9% pada tahun 2023. Hal ini juga membuatnya menjadi bagian dari 20 ekonomi terbesar di Eropa.

46. Chili

PDB: USD301 miliar

Chili memiliki PDB sebesar USD301 miliar dan tingkat pertumbuhan 2,4% pada tahun 2022. Perekonomian Chili diperkirakan akan tumbuh sedikit pada tahun 2023, didorong oleh ekspor terutama lithium dan tembaga. Sementara untuk Inflasi diproyeksikan oleh Bank Dunia akan tetap tinggi dalam jangka pendek. Kemiskinan akan tetap sekitar 11,5%.

45. Rumania

PDB: USD302 miliar

Rumania memiliki pertumbuhan PDB yang kuat sebesar 4,2% pada tahun 2022, dimana IMF mengukur nilainya mencapai USD302 miliar. Hal ini didorong oleh peningkatan investasi dan konsumsi swasta.

Negara ini memiliki PDB per kapita USD14.643. Dimana lebih dari 1.800 orang Rumania bekerja untuk Microsoft Corporation (NASDAQ:MSFT). Pada tahun 2022, Microsoft Corporation (NASDAQ:MSFT) mengumumkan bakal membuka pusat data pertamanya di Rumania.

44. Kolombia

PDB USD344 miliar

Perekonomian Kolombia tumbuh 7,3% pada 2022, namun Bank Dunia mengatakan aktivitas yang ada di luar potensinya. Diproyeksikan bakal ada perlambatan dan tumbuh hanya 1,7% di tahun 2023.

Namun pertumbuhan akan balik meningkat menjadi 2% pada tahun 2024 dan 3,2% di 2025, mendarang. Minyak mentah, batu bara, dan kopi merupakan ekspor utama negara ini.

43. Iran

PDB: USD352 miliar

Terlepas dari sanksi ekonomi dan tingkat inflasi 42,5%, ekonomi Iran diproyeksikan tumbuh sebesar 2,2% pada tahun 2023. Namun prospek ekonomi jangka panjang terlihat suram tanpa kebangkitan kembali kesepakatan nuklir yang terlihat.

42. Hongkong

PDB: USD361 miliar

Perekonomian Hong Kong menyusut sebesar 4,1% dalam tiga kuartal terakhir di tahun 2022, tetapi mulai menuju pemulihan pada 2023, didorong oleh peningkatan pariwisata dan belanja lokal. Perkiraan pertumbuhan PDB pemerintah untuk tahun 2023 adalah antara 3,5-5%, dan Hong Kong berada di jalur yang tepat untuk mencapainya.

41. Pakistan

PDB: USD376 miliar

Pakistan adalah negara terpadat kelima di dunia , dengan jumlah anak muda menjadi kekuatan pendorong ekonomi. Namun, gejolak keamanan dan politik dalam satu dekade terakhir telah membuat negara itu mundur dari mencapai potensi terbesarnya.

Pada tahun 2023, Pakistan berisiko menghadapi gagal bayar dengan jumlah cadangan devisa yang sangat rendah dan pendapatan yang terus menyusut.

40. Denmark

PDB: USD391 miliar

Denmark menerima prospek 'stabil' dari Fitch dan diperkirakan akan menghindari resesi teknis pada tahun 2023. OECD telah memproyeksikan tingkat pertumbuhan 0,1% tahun ini dan inflasi turun dari 8% menjadi di bawah 3% pada tahun 2024.

Dianggap sebagai salah satu dari negara terbaik untuk memulai bisnis, Denmark menerapkan tarif pajak perusahaan yang relatif rendah sebesar 22%. Selain itu, Kopenhagen dianggap sebagai pusat logistik di kawasan Nordik, menyediakan akses ke 100 juta pelanggan Skandinavia dalam waktu 24 jam. Karena alasan ini, negara tersebut menarik banyak bisnis pelayaran yang melayani negara-negara Nordik.

39. Filipina

PDB: USD404 miliar

Filipina berada di jalur yang tepat untuk menjadi ekonomi berpenghasilan menengah ke atas, menurut direktur negara Asian Development Bank (ADB). Perekonomiannya diperkirakan akan tumbuh 6% di 2023 dan naik lebih jauh sebesar pada tahun 2024 menjadi 6,2%.

Laporan PwC berjudul 'Dunia di tahun 2050' telah memproyeksikan bahwa Filipina akan menjadi salah satu dari 20 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2050.

38. Afrika Selatan

PDB: USD406 miliar

Pemadaman listrik yang terjadi secara berkala sejak 2007 telah menghambat pertumbuhan ekonomi Afrika Selatan. Hal ini telah mengganggu kegiatan ekonomi dengan meningkatkan biaya operasional untuk bisnis.

Pandemi Covid-19 semakin memperparah tekanan kepada negara. Menurut Bank Dunia, pada tahun 2022 terjadi pengurangan jumlah setengah juta pekerjaan dibandingkan tahun 2019. Terlepas dari tantangan ini, Afrika Selatan tetap menjadi kekuatan ekonomi di benua Afrika.

37. Vietnam

PDB: USD407 miliar

PDB Vietnam tumbuh sebesar 8% pada tahun 2022. Diproyeksikan ekonomi Vietnam bakal melambat pada tahun 2023 menjadi 3,3% pada kuartal pertama. Hal ini disebabkan oleh resesi yang sedang berlangsung di Uni Eropa dan Amerika Serikat – dua mitra dagang utama yang menyumbang 40% dari ekspor Vietnam, menurut S&P Global.

Namun, Vietnam diyakini akan melanjutkan pertumbuhan ekonomi yang cepat karena tetap menjadi pusat manufaktur utama di Asia Tenggara.

36. Malaysia

PDB: USD408 miliar

Perekonomian Malaysia terus berkembang dan mencatat pertumbuhan PDB sebesar 5,6% pada kuartal pertama tahun 2023, lebih tinggi dari beberapa negara lainnya di sekitarnya, seperti Indonesia, China, dan Vietnam. PDB Malaysia diproyeksikan meningkat dari USD408 miliar di 2022 menjadi USD780 miliar pada tahun 2032 – peningkatan sebesar 90% dalam satu dekade.

35. Bangladesh

PDB: USD460 miliar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!