10 Negara dengan Utang Luar Negeri Terkecil, No 1 Tetangga Dekat Indonesia

Jum'at, 26 Mei 2023 - 19:52 WIB
loading...
10 Negara dengan Utang...
Saat beban utang bertambah akibat dampak Pandemi Covid-19, banyak negara yang mampu menjaga rasio utang mereka terhadap PDB tetap rendah. Berikut 10 Negara dengan Rasio Utang Terendah Terhadap PDB di Dunia. Foto/Dok BBC
A A A
JAKARTA - Saat beban utang bertambah akibat dampak Pandemi Covid-19, banyak negara yang mampu menjaga rasio utang mereka terhadap PDB tetap rendah karena kuatnya kebijakan fiskal, ekonomi tumbuh positif, dan bahkan manajemen risiko yang tangguh. Berikut 10 Negara dengan Rasio Utang Terendah Terhadap PDB di Dunia.

Baca Juga: Daftar Negara Berkembang yang Diterpa Krisis Utang, Indonesia Termasuk?

Kehadiran pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 membuat utang global naik 30 poin secara persentase menjadi 263% dari PDB, menandai lonjakan paling signifikan sejak tahun 1970-an. Bank Dunia mencatat bahwa kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan suku bunga, inflasi tinggi dan lambatnya pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: 5 Negara Eropa dengan Utang Terbanyak, Nomor 1 Berjuluk Negeri Para Dewa

Negara maju mengalami peningkatan utang sebesar 300% dari PDB, sementara Emerging markets and Developing Economies (EMDA) mengalami kenaikan hingga 200% terhadap PDB. Selain itu penelitian tentang ekonomi negara berkembang menunjukkan bahwa utang juga telah meningkat bagi mereka, terutama karena defisit primer.

Tahun berikutnya kita kembali menyaksikan utang global masih meningkat di atas tingkat pra-pandemi. Namun, IMF melaporkan, total utang publik dan swasta telah turun 10 poin secara persentase menjadi 247% dari PDB.

Perubahan rasio utang sebagian besar dapat dikaitkan dengan rebound ekonomi dari pandemi serta inflasi yang mengikutinya. Penurunan utang publik dan swasta terutama dialami di negara maju, dengan penurunan 5% dari PDB pada tahun 2021.

Pasar negara berkembang, kecuali China juga mengalami penurunan. Namun, negara-negara berkembang berpenghasilan rendah terus mengalami tingkat utang yang tinggi terutama karena lonjakan utang swasta.

Faktanya hampir 60% negara berpenghasilan rendah telah masuk atau berisiko tinggi mengalami krisis utang. Ditambah dengan kenaikan suku bunga, biaya pinjaman telah meningkat secara signifikan, menekan anggaran nasional dan membuatnya semakin sulit bagi negara-negara untuk membayar utang mereka.

Tahun 2023, ditandai dengan pertumbuhan yang lambat dan pengetatan kondisi keuangan. Situasi ini agak berisiko karena pembayaran utang menjadi lebih mahal bagi beberapa negara-negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
PBB Hampir Kolaps, AS...
PBB Hampir Kolaps, AS Janji Segera Bayar Tunggakan Iuran Rp33,6 Triliun
Rekomendasi
Mesir Lolos ke 16 Besar...
Mesir Lolos ke 16 Besar Usai Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti
Argentina Dipaksa Cape...
Argentina Dipaksa Cape Verde Main 120 Menit
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Berita Terkini
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved