Laba Bersih AMAR Diproyeksikan Lampaui Tiga Digit pada Tahun 2023
Rabu, 26 Juli 2023 - 10:58 WIB
Sinarmas Sekuritas memproyeksikan bahwa jumlah deposito berjangka akan melampaui Rp1,5 triliun pada tahun 2025, dua kali lipat dari angka tahun 2022. Angka yang kuat ini memberikan landasan yang kokoh untuk pemberian pinjaman lebih lanjut melalui 'Tunaiku,' aplikasi pinjaman digital unggulan AMAR.
Menghidupkan Kembali Pertumbuhan Pinjaman: Sinarmas Sekuritas memprediksi penyaluran kredit akan semakin cepat, didukung oleh data kuartal pertama 2023 yang menunjukkan pertumbuhan 8% year-on-year. Proyeksi tiga tahun Sinarmas Sekuritas untuk pertumbuhan pinjaman menetapkan target pertumbuhan tahunan sebesar 12%, didorong oleh 15% CAGR dalam pinjaman bagi UMKM dan korporasi.
Keuntungan Hasil Pinjaman yang Konsisten: Sejak tahun 2018, AMAR telah menjaga tingkat pengembalian pinjaman sekitar 30%, yang dianggap Sinarmas Sekuritas sebagai keuntungan signifikan bagi bank digital. Pada tahun 2023, Sinarmas Sekuritas memperkirakan Net Interest Margin (NIM) tetap tinggi mendekati 15%.
Selain itu, Pendapatan Bunga Bersih (NII) diproyeksikan akan tumbuh dengan 11% CAGR dari tahun 2023 hingga 2025, terutama didorong oleh 9% CAGR dalam pendapatan bunga selama periode yang sama.
Menghasilkan Pendapatan Berbasis Biaya yang Kuat: Sebagai bank digital, AMAR telah memanfaatkan pendapatan berbasis biaya yang signifikan, mencapai pertumbuhan tahunan gabungan yang mengesankan sebesar 40% dari tahun 2019 hingga 2022. Bank memperkirakan pertumbuhan dua digit yang berkelanjutan selama tiga tahun ke depan.
Menurut model keuangan Sinarmas Sekuritas, pendapatan dari biaya dan pendapatan lainnya diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 17,5% dari tahun 2023 hingga 2025.
Keuntungan AMAR Meningkat: Pada kuartal pertama tahun 2023, AMAR berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 34 miliar. Berdasarkan asumsi sebelumnya dari Sinarmas Sekuritas, perkiraan laba bersih untuk keseluruhan tahun 2023 diproyeksikan mencapai Rp111 miliar.
Ke depan, laba bersih diperkirakan terus meningkat menjadi Rp181 miliar pada tahun 2024 dan Rp 279 miliar pada tahun 2025. Hasil keuangan positif ini akan berdampak pada tingkat pengembalian ekuitas (ROE) sebesar 5% pada tahun 2024 dan 7% ROE pada tahun 2025, menjadikan AMAR sebagai salah satu bank digital yang berhasil menghasilkan keuntungan.
Menghidupkan Kembali Pertumbuhan Pinjaman: Sinarmas Sekuritas memprediksi penyaluran kredit akan semakin cepat, didukung oleh data kuartal pertama 2023 yang menunjukkan pertumbuhan 8% year-on-year. Proyeksi tiga tahun Sinarmas Sekuritas untuk pertumbuhan pinjaman menetapkan target pertumbuhan tahunan sebesar 12%, didorong oleh 15% CAGR dalam pinjaman bagi UMKM dan korporasi.
Keuntungan Hasil Pinjaman yang Konsisten: Sejak tahun 2018, AMAR telah menjaga tingkat pengembalian pinjaman sekitar 30%, yang dianggap Sinarmas Sekuritas sebagai keuntungan signifikan bagi bank digital. Pada tahun 2023, Sinarmas Sekuritas memperkirakan Net Interest Margin (NIM) tetap tinggi mendekati 15%.
Selain itu, Pendapatan Bunga Bersih (NII) diproyeksikan akan tumbuh dengan 11% CAGR dari tahun 2023 hingga 2025, terutama didorong oleh 9% CAGR dalam pendapatan bunga selama periode yang sama.
Menghasilkan Pendapatan Berbasis Biaya yang Kuat: Sebagai bank digital, AMAR telah memanfaatkan pendapatan berbasis biaya yang signifikan, mencapai pertumbuhan tahunan gabungan yang mengesankan sebesar 40% dari tahun 2019 hingga 2022. Bank memperkirakan pertumbuhan dua digit yang berkelanjutan selama tiga tahun ke depan.
Menurut model keuangan Sinarmas Sekuritas, pendapatan dari biaya dan pendapatan lainnya diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 17,5% dari tahun 2023 hingga 2025.
Keuntungan AMAR Meningkat: Pada kuartal pertama tahun 2023, AMAR berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 34 miliar. Berdasarkan asumsi sebelumnya dari Sinarmas Sekuritas, perkiraan laba bersih untuk keseluruhan tahun 2023 diproyeksikan mencapai Rp111 miliar.
Ke depan, laba bersih diperkirakan terus meningkat menjadi Rp181 miliar pada tahun 2024 dan Rp 279 miliar pada tahun 2025. Hasil keuangan positif ini akan berdampak pada tingkat pengembalian ekuitas (ROE) sebesar 5% pada tahun 2024 dan 7% ROE pada tahun 2025, menjadikan AMAR sebagai salah satu bank digital yang berhasil menghasilkan keuntungan.
Lihat Juga :