Di Tengah Pandemi, Kinerja LUCK Tetap 'Lucky'
Rabu, 29 Juli 2020 - 09:21 WIB
Meski pun baru IPO pada November 2018 lalu, perseroan telah membagikan dividen pada tahun buku fiskal yang pertama sejak IPO, yakni sebesar Rp5 per lembar saham. Oleh karena itu perseroan termasuk 1 dari 15 dari sekitar 112 emiten yang IPO sejak 2018 hingga 2019 yang membagikan dividen.
Dia mengungkapkan pada saat IPO November 2018, ekuitas perseroan sebesar Rp72.592.107.730 dan posisi per Juni 2020, setelah pembagian dividen, kekayaan bersih pemegang saham meningkat 1,85 kali, dalam kurun waktu dua tahun meningkat menjadi Rp134.661.651.547.
Peningkatan kinerja perseroan tersebut tidak lepas dari peran strategi otomasi dan efisiensi sitem operasi yang dilakukan sepanjang tahun 2020.
“Perseroan senantiasa selalu menjaga prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Kinerja keuangan semester pertama tahun 2020 juga menunjukkan bahwa perseroan dalam kondisi sehat dengan likuiditas yang terjaga sehingga dapat mempertahankan going concern perseroan,” kata Teddy.
Dia mengungkapkan pada saat IPO November 2018, ekuitas perseroan sebesar Rp72.592.107.730 dan posisi per Juni 2020, setelah pembagian dividen, kekayaan bersih pemegang saham meningkat 1,85 kali, dalam kurun waktu dua tahun meningkat menjadi Rp134.661.651.547.
Peningkatan kinerja perseroan tersebut tidak lepas dari peran strategi otomasi dan efisiensi sitem operasi yang dilakukan sepanjang tahun 2020.
“Perseroan senantiasa selalu menjaga prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Kinerja keuangan semester pertama tahun 2020 juga menunjukkan bahwa perseroan dalam kondisi sehat dengan likuiditas yang terjaga sehingga dapat mempertahankan going concern perseroan,” kata Teddy.
(uka)
Lihat Juga :