Tok! LG Lanjutkan Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Rp142 Triliun
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 07:32 WIB
“Kementerian Investasi berkomitmen terus mengawal proses perizinan dan kemudahan investasi LG di Indonesia agar cepat terealisasi dan memberikan manfaat, khususnya kedua negara. Proyek ini merupakan proyek yang digagas hasil pertemuan kedua kepala negara Indonesia dan Korea sejak 2019 yang lalu,” ungkap Bahlil dalam keterangan tertulis, Jumat (4/8/2023).
Sementara itu CEO LG Energy Solution Young Soo Kwon turut menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Indonesia dan BUMN yang terus memberikan dukungannya bagi megaproyek tersebut. Kwon juga menyampaikan bahwa saat ini, konsorsium siap melanjutkan diskusi pendirian perusahaan yang diharapkan mendapatkan persetujuan dari dewan direksi masing-masing anggota konsorsium sehingga dimungkinkan konstruksi pada tahun 2023.
“Tanpa dukungan pemerintah sangat mustahil untuk bisa mencapai kesepakatan untuk memulai realisasi. Saat ini LG telah menyelesaikan hal yang tersulit dalam negosiasi antarkonsorsium yaitu penentuan pemegang saham di perusahaan patungan di setiap rantai pasok," ujarnya.
"Setelah tercapainya kesepakatan di struktur saham, LG Konsorsium yakin negosiasi akan jauh lebih mudah dan menargetkan untuk memulai konstruksi pabrik katoda di tahun 2023,” sambung Kwon.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Antam Nico Kanter mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk melakukan upaya terbaik dan akan berusaha mengakomodasi kebutuhan dari proyek ini. Salah satu kunci utama dalam mewujudkan kesuksesan megaproyek ini adalah kolaborasi dan komunikasi yang baik dari semua pihak.
“Antam dan seluruh konsorsium BUMN yang terlibat dalam proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (grand package) LG, memiliki komitmen yang sama untuk melakukan percepatan dan siap bernegosiasi untuk memberikan keuntungan bagi kedua pihak,” ucap Nico.
Sementara itu CEO LG Energy Solution Young Soo Kwon turut menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Indonesia dan BUMN yang terus memberikan dukungannya bagi megaproyek tersebut. Kwon juga menyampaikan bahwa saat ini, konsorsium siap melanjutkan diskusi pendirian perusahaan yang diharapkan mendapatkan persetujuan dari dewan direksi masing-masing anggota konsorsium sehingga dimungkinkan konstruksi pada tahun 2023.
“Tanpa dukungan pemerintah sangat mustahil untuk bisa mencapai kesepakatan untuk memulai realisasi. Saat ini LG telah menyelesaikan hal yang tersulit dalam negosiasi antarkonsorsium yaitu penentuan pemegang saham di perusahaan patungan di setiap rantai pasok," ujarnya.
"Setelah tercapainya kesepakatan di struktur saham, LG Konsorsium yakin negosiasi akan jauh lebih mudah dan menargetkan untuk memulai konstruksi pabrik katoda di tahun 2023,” sambung Kwon.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Antam Nico Kanter mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk melakukan upaya terbaik dan akan berusaha mengakomodasi kebutuhan dari proyek ini. Salah satu kunci utama dalam mewujudkan kesuksesan megaproyek ini adalah kolaborasi dan komunikasi yang baik dari semua pihak.
“Antam dan seluruh konsorsium BUMN yang terlibat dalam proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (grand package) LG, memiliki komitmen yang sama untuk melakukan percepatan dan siap bernegosiasi untuk memberikan keuntungan bagi kedua pihak,” ucap Nico.
Lihat Juga :