Bank Sentral: Depresiasi Rubel Tak Ganggu Stabilitas Ekonomi Rusia
Selasa, 15 Agustus 2023 - 13:23 WIB
Baca Juga: Rusia Kerahkan Pesawat Pengebom ke Dekat NATO karena Perang Ukraina Sudah Lepas Kendali
Pekan lalu, CBR mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga utama mungkin terjadi pada pertemuan berikutnya, yang dijadwalkan pada 15 September. Tercatat, regulator menaikkan suku bunga utama menjadi 8,5% per tahun pada pertemuan terakhirnya, pada 21 Juli, mengutip kenaikan inflasi. Sebelum itu tingkat tetap tidak berubah selama beberapa pertemuan berturut-turut sejak Oktober lalu.
Sementara itu, rubel pada hari ini mencatatkan pembalikan arah dan menguat terhadap dolar AS, setelah bank sentral Rusia mengumumkan akan menggelar pertemuan kebijakan luar biasa membahas tingkat suku bunga.
Rubel diperdagangkan 0,8% lebih tinggi pada 98,5 terhadap dolar AS dan pada 107 terhadap euro pada pukul 17:44 waktu setempat di Moskow. Sebelumnya, rubel sempat mencapai level terendah 16 bulan masing-masing di 101 dan 111 terhadap dolar AS dan euro.
Pekan lalu, CBR mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga utama mungkin terjadi pada pertemuan berikutnya, yang dijadwalkan pada 15 September. Tercatat, regulator menaikkan suku bunga utama menjadi 8,5% per tahun pada pertemuan terakhirnya, pada 21 Juli, mengutip kenaikan inflasi. Sebelum itu tingkat tetap tidak berubah selama beberapa pertemuan berturut-turut sejak Oktober lalu.
Sementara itu, rubel pada hari ini mencatatkan pembalikan arah dan menguat terhadap dolar AS, setelah bank sentral Rusia mengumumkan akan menggelar pertemuan kebijakan luar biasa membahas tingkat suku bunga.
Rubel diperdagangkan 0,8% lebih tinggi pada 98,5 terhadap dolar AS dan pada 107 terhadap euro pada pukul 17:44 waktu setempat di Moskow. Sebelumnya, rubel sempat mencapai level terendah 16 bulan masing-masing di 101 dan 111 terhadap dolar AS dan euro.
(fjo)
Lihat Juga :