Ekonomi China Terus Memburuk, Pengusaha Properti Minta Perlindungan ke AS

Selasa, 22 Agustus 2023 - 11:21 WIB
PBoC memangkas suku bunga dasar pinjaman satu tahun terutama digunakan sebagai patokan untuk pinjaman korporasi dari 3,55% menjadi 3,45% tapi mempertahankan suku bunga setara 5 tahunan yang digunakan untuk menentukan harga KPR dengan tingkat 4,2%.

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memporyeksikan kedua suku bunga akan dipangkas, dengan penurunan 0,15 poin persentase dari prediksi sentral. Bank sentral telah mengejutkan pasar minggu lalu dengan penurunan 0,15 poin persentase pada fasilitas pinjaman jangka menengah yang dipinjamkan kepada beberapa bank. Hal ini diharapkan dapat mendorong biaya pinjaman menjadi lebih rendah di seluruh perekonomian.

Ekonom pada konsultan Capital EconomicsJulian Evans-Pritchard Zichun Huang mengatakan bahwa China sedang berusaha menyeimbangkan upaya-upaya untuk menstimulasi perekonomian dengan kekhawatiran mengenai kesehatan perbankan.

"Gambaran besarnya adalah bahwa pendekatan PBoC terhadap kebijakan moneter memiliki keterbatasan di lingkungan saat ini dan tidak akan cukup setidaknya dengan sendirinya, untuk meletakkan dasar di bawah pertumbuhan," tulis mereka dikutip The Guardian, Selasa (22/8/2023).

"Menghidupkan kembali permintaan akan mengorbankan penurunan suku bunga yang jauh lebih besar, atau langkah-langkah regulasi untuk secara efektif memulihkan kepercayaan di pasar properti."

Tekanan-tekanan pada perekonomian China telah terlihat jelas di sektor properti. Selain Evergrande yang terlilit utang, pengembang saingannya Country Garden berisiko gagal bayar sehingga mengancam masa depan proyek-proyek perumahan di China, di mana banyak rumah tangga telah melakukan pembayaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!