Badan Pangan Pede Harga Beras Mulai Turun Akhir Tahun
Kamis, 31 Agustus 2023 - 15:51 WIB
Harga beras ditargetkan turun pada akhir tahun. Foto/AldhiChandra/SINDOnews
JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, saat ini harga beras premium memang masih di atas harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp13.900/kg. Harga tersebut berada diatas HET yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp12.900/kg.
Baca juga: Impor Beras Dilakukan saat Masuk Musim Panen, Ini Penjelasan Badan Pangan
Arief menargetkan harga beras tersebut bisa turun setidaknya tidak lebih dari HET yang ditetapkan oleh pemerintah pada akhir tahun mendatang. Penurunan harga karena produktivitas beras akan meningkat seiring datangnya musim panen.
"Secepatnya (harga turun), kalau misalnya September (pasokan meningkat) berarti September mulai kelihatan harga mulai turun. Tetapi mungkin tidak signifikan," ujar Arief usai Raker bersama Komisi IV dan Kementan, Rabu (30/8/2023).
Lebih lanjut Arief menjelaskan, produksi dari petani lokal merupakan kunci utama untuk mengendalikan harga beras. Produksi yang meningkat, maka otomatis harga beras di pasar juga bakal turun.
"Tergantung berapa digelontor, sama berapa produksi. Sekarang nomor satu ini adalah produksi, kalau produski ada di Kementerian Pertanian," kata Arief.
Baca juga: Impor Beras Dilakukan saat Masuk Musim Panen, Ini Penjelasan Badan Pangan
Arief menargetkan harga beras tersebut bisa turun setidaknya tidak lebih dari HET yang ditetapkan oleh pemerintah pada akhir tahun mendatang. Penurunan harga karena produktivitas beras akan meningkat seiring datangnya musim panen.
"Secepatnya (harga turun), kalau misalnya September (pasokan meningkat) berarti September mulai kelihatan harga mulai turun. Tetapi mungkin tidak signifikan," ujar Arief usai Raker bersama Komisi IV dan Kementan, Rabu (30/8/2023).
Lebih lanjut Arief menjelaskan, produksi dari petani lokal merupakan kunci utama untuk mengendalikan harga beras. Produksi yang meningkat, maka otomatis harga beras di pasar juga bakal turun.
"Tergantung berapa digelontor, sama berapa produksi. Sekarang nomor satu ini adalah produksi, kalau produski ada di Kementerian Pertanian," kata Arief.
Lihat Juga :