Impor Beras Dilakukan saat Masuk Musim Panen, Ini Penjelasan Badan Pangan

Rabu, 30 Agustus 2023 - 17:07 WIB
loading...
Impor Beras Dilakukan...
Impor beras terpaksa dilakukan untuk memperkuat cadangan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi memberikan penjelasan terkait impor beras yang terus dilakukan meski pertanian di Indonesia masuk musim panen. Impor pada dasarnya untuk menebalkan cadangan beras pemerintah.



Arief menjelaskan cadangan beras tersebut berfungsi untuk mengantisipasi adanya fenomena penurunan produksi yang disebabkan oleh perubahan iklim, misalnya kemarau panjang hingga musim banjir karena tingginya intensitas hujan.

"Kok saat panen raya kita impor. Soalnya kalau kita tidak impor dari awal, nanti kita tidak bisa antisipasi seperti yang terjadi hari ini (el nino)," ujar Arief di sela raker bersama Komisi IV, Rabu (30/8/2023).

Dengan tersedianya stok beras, maka pemerintah dapat dengan mudah melakukan intervensi pasar sehingga harga bisa dikendalikan, alias tidak naik terlalu tinggi ketika stok beras di pasar menyusut.

"Fungsi CBP (cadangan beras pemerintah) itu adalah cadangan pangan dengan stok level tertentu apabila kejadian tidak bisa diprediksi, hari ini kita bisa lakukan intervensi," ujar Arief.

Menurutnya, di tahun ini ada potensi produksi beras nasional akan terkoreksi 5% secara tahunan. Penurunan disebabkan adanya El Nino yang membuat musim kemarau lebih panjang dibandingkan dengan tahun-tahun biasanya.

Kekeringan panjang tersebut membuat sumber-sumber air menjadi berkurang. Akhirnya sawah-sawah padi yang membutuhkan lebih banyak air bakal terganggu produktifitasnya.



"Kemarin Pak Mentan koreksi sekitar 5% karena dampak El Nino. Ada beberapa lahan pertanian yang panennya biasanya di atas 5,5 ton per hektare, kemarin ada yang sekitar 4 ton per ha, karena kurang air," pungkasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Serapan BULOG Naik 2.000%,...
Serapan BULOG Naik 2.000%, Hensa: Memang Dingin Tangan Mentan Amran
Wadirut Bulog Buka Suara...
Wadirut Bulog Buka Suara Soal Dugaan Takaran Beras SPHP Disunat
Stok Beras Bulog Capai...
Stok Beras Bulog Capai 2,2 Juta Ton, Aman hingga Lebaran
Gerakan Pangan Murah,...
Gerakan Pangan Murah, Kepala Bapanas: Kadin Luar Biasa Gabungkan Hulu dan Hilir
Harga Beras di 3 Negara...
Harga Beras di 3 Negara Tetangga Hampir Rp100 Ribu per Kg, Mentan Amran: Indonesia Stabil
Update Harga Pangan...
Update Harga Pangan Minggu 9 Maret 2025, Bawang, Cabai dan Beras Masih Naik
Ini Strategi Bapanas...
Ini Strategi Bapanas Tekan Harga Cabai yang Tengah Meroket
Mentan Amran Targetkan...
Mentan Amran Targetkan Sumsel Masuk Tiga Besar Produsen Beras Nasional
Harga Pangan Awal Ramadan,...
Harga Pangan Awal Ramadan, Mentan: Harga Beras Turun, Cabai Naik
Rekomendasi
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
China Luncurkan Robot...
China Luncurkan Robot Tangan yang Punya Sensitivitas seperti Jari Manusia
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
4 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
4 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
4 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
5 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
6 jam yang lalu
Infografis
Selain Donald Trump,...
Selain Donald Trump, 4 Capres Ini juga Ditembak saat Kampanye
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved