Perusahaan Italia Ingin Kembali ke Rusia usai Dipaksa Pergi Sanksi Barat
Selasa, 19 September 2023 - 07:12 WIB
Torrembini memberikan catatan, setidaknya ada sepuluh perusahaan yang kebanyakan beroperasi di sektor minyak dan gas telah mengumumkan penangguhan kegiatan mereka di Rusia setelah adanya operasi militer di Ukraina.
"Selain itu, perusahaan milik negara Enel, yang bergerak dalam produksi listrik, dijual dengan harga yang sangat rendah, serta Leonardo, yang bekerja di sektor pertahanan," katanya.
Ia menggambarkan, langkah-langkah ini sebagai "hal yang tidak dapat dibatalkan." Namun Ia menambahkan, bahwa hampir semua perusahaan Italia yang meninggalkan pasar Rusia telah menyatakan keinginan untuk kembali.
Diungkapkan juga secara khusus, perusahaan seperti Maire Tecnimont dan Saipem, yang dulu bekerja di sektor energi dan memiliki kontrak senilai miliaran euro. "Saya tidak berpikir bahwa para pemegang saham perusahaan-perusahaan ini tidak ingin kembali," klaim Torrembini.
Kepala GIM Unimpresa mencatat, pada Oktober lalu bahwa raksasa Italia seperti Pirelli, Barilla, dan Ferrero telah memutuskan untuk terus beroperasi di Rusia. Awal tahun ini, Torrembini mengatakan, bahwa ada 110 perusahaan dari Italia masih menjalankan kapasitas produksi di negara yang terkena sanksi, sementara 150 anggota GIM Unimpresa telah mempertahankan kehadiran mereka di Rusia.
"Selain itu, perusahaan milik negara Enel, yang bergerak dalam produksi listrik, dijual dengan harga yang sangat rendah, serta Leonardo, yang bekerja di sektor pertahanan," katanya.
Ia menggambarkan, langkah-langkah ini sebagai "hal yang tidak dapat dibatalkan." Namun Ia menambahkan, bahwa hampir semua perusahaan Italia yang meninggalkan pasar Rusia telah menyatakan keinginan untuk kembali.
Diungkapkan juga secara khusus, perusahaan seperti Maire Tecnimont dan Saipem, yang dulu bekerja di sektor energi dan memiliki kontrak senilai miliaran euro. "Saya tidak berpikir bahwa para pemegang saham perusahaan-perusahaan ini tidak ingin kembali," klaim Torrembini.
Kepala GIM Unimpresa mencatat, pada Oktober lalu bahwa raksasa Italia seperti Pirelli, Barilla, dan Ferrero telah memutuskan untuk terus beroperasi di Rusia. Awal tahun ini, Torrembini mengatakan, bahwa ada 110 perusahaan dari Italia masih menjalankan kapasitas produksi di negara yang terkena sanksi, sementara 150 anggota GIM Unimpresa telah mempertahankan kehadiran mereka di Rusia.
(akr)
Lihat Juga :