PMI Manufaktur RI Juli Naik, Dampak Terburuk Corona Sudah Lewat?

Senin, 03 Agustus 2020 - 13:50 WIB
"Perlunya social distancing di tempat kerja dan perkumpulan publik, serta potensi lonjakan infeksi baru, juga dapat menunda produksi dan penjualan lebih lanjut dari pemulihan ke tingkat pra-pandemi," jelasnya.

Volume produksi yang lebih rendah sering dikaitkan dengan dampak buruk pandemi Covid-19 pada permintaan, dimana pertumbuhan output dilaporkan perusahaan manufaktur menunjuk pada pembukaan kembali pabrik secara bertahap karena langkah-langkah pengendalian dilonggarkan.

Langkah-langkah bertahap yang dilakukan pemerintah untuk memulai kembali perekonomian juga menyebabkan menurunnya permintaan secara keseluruhan. Penurunan total pesanan baru hanya sedikit pada bulan Juli meskipun ada penurunan besar dalam penjualan ekspor. (Baca juga: Ingin UMKM Bersaing di Pasar Ekspor, Ini Resep dari Kadin Jatim )

Sementara beban biaya rata-rata juga meningkat tajam pada bulan Juli 2020 akibat inflasi yang juga menyebabkan melemahnya rupiah dan kenaikan harga bahan baku. Peningkatan biaya sebagian dibebankan ke pelanggan melalui harga jual yang lebih tinggi.

Dengan menurunnya output pada Juli 2020, sebagian bagian dari upaya untuk menghemat biaya, perusahaan terus mengurangi kegiatan pembelian mereka dan cenderung lebih memilih untuk memanfaatkan investasi sebisa mungkin saat ini untuk memenuhi permintaan produksi. Produsen juga menyoroti kekurangan pasokan dan kurangnya layanan transportasi yang memadai.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!