Teken MoU dengan EKN, PLN Sulap Limbah Sawit Jadi Co-Firing Biomassa
Selasa, 10 Oktober 2023 - 13:26 WIB
Iwan menambahkan, program co-firing ini sangat spesial karena secara langsung melibatkan masyakat setempat. Hal ini pun sejalan dengan prinsip enviroment, sustainability and governance (ESG) dalam mendorong perekonomian masyarakat sekitar. "Program ini spesial, karena berbasis kerakyatan. Saat ini mayoritas biomassa berasal dari olahan sampah atau limbah. Karena kebutuhannya sangat besar kami mengajak masyarakat ikut terlibat di dalamnya," tuturnya.
Baca Juga: Israel vs Hamas: Ketika Negara Bersenjata Nuklir dan F-35 Dipecundangi Milisi Gerilya
Iwan menjelaskan, pengolahan biomassa ini telah menyerap 40 tenaga kerja lokal di Sambas, Kalimantan Barat. Ia optimistis, program co-firing jenis lain yang digagas akan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif dan mengurai permasalah sampah yang banyak terjadi di berbagai daerah.
"Ada 40 orang yang terlibat dalam produksi pellet tandan kosong kelapa sawit. Demikian juga dengan biomassa jenis lainnya. Semoga ini jadi awal yang baik karena selama ini mungkin tandan kosong menumpuk di kebun dan sekarang sudah bisa dimanfaatkan," ungkapnya.
Lebih jauh, Iwan mengungkapkan penggunaan co-firing biomassa merupakan salah satu upaya dalam menurunkan emisi karbon guna mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. "Melalui teknologi co-firing ini, PLN bisa mendapatkan beberapa manfaat sekaligus. Menekan emisi karbon yang dihasilkan oleh PLTU, meningkatkan bauran energi yang ramah lingkungan hingga akhirnya mencapai tujuan nasional NZE pada tahu 2060 atau lebih cepat," tandasnya.
Baca Juga: Israel vs Hamas: Ketika Negara Bersenjata Nuklir dan F-35 Dipecundangi Milisi Gerilya
Iwan menjelaskan, pengolahan biomassa ini telah menyerap 40 tenaga kerja lokal di Sambas, Kalimantan Barat. Ia optimistis, program co-firing jenis lain yang digagas akan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif dan mengurai permasalah sampah yang banyak terjadi di berbagai daerah.
"Ada 40 orang yang terlibat dalam produksi pellet tandan kosong kelapa sawit. Demikian juga dengan biomassa jenis lainnya. Semoga ini jadi awal yang baik karena selama ini mungkin tandan kosong menumpuk di kebun dan sekarang sudah bisa dimanfaatkan," ungkapnya.
Lebih jauh, Iwan mengungkapkan penggunaan co-firing biomassa merupakan salah satu upaya dalam menurunkan emisi karbon guna mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. "Melalui teknologi co-firing ini, PLN bisa mendapatkan beberapa manfaat sekaligus. Menekan emisi karbon yang dihasilkan oleh PLTU, meningkatkan bauran energi yang ramah lingkungan hingga akhirnya mencapai tujuan nasional NZE pada tahu 2060 atau lebih cepat," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :