Mengungkap Keandalan Perusahaan EPC Indonesia Merancang Fasilitas Energi Bersih

Selasa, 10 Oktober 2023 - 15:36 WIB
Yani, sapaan akrab Triyani, menegaskan dalam mewujudkan energi berbasis senyawa amonia, Rekind tidak bisa berjalan sendirian. Harus ada kolaborasi dengan sejumlah pihak terkait. Lingkup pengerjaan Rekind baru sebatas di hulu atau hilir saja, belum secara keseluruhan.

Untuk pengembangan blue ammonia, Rekind bisa berperan lebih dominan dalam memisahkan CO2. Keahlian ini sudah dibuktikan Rekind ketika menggarap Proyek Kilang Gas Jambaran Tiung Biru (JTB). Di Proyek Strategis Nasional ini, Rekind mengedepankan keahlian SDM-nya dalam mendesain proses pemurnian gas alam.

Komposisi gas alam mentah yang diekstraksi dari sumur produksi ditinjau secara seksama. Kemudian dilanjutkan ke proses pemurnian khusus yang sering disebut dengan sweetening process. Setelah memisahkan cairan/air pada separator di hulu, dilakukan tahapan pemurnian gas alam dari pengotor yang tidak diinginkan dengan mengaplikasikan teknologi Glycol-based-Solvent dan CO2 Membrane Separation.

“Proses pemisahan gas dengan menggunakan teknologi ini jauh lebih sempurna dibandingkan menggunakan teknologi sebelumnya,” ujar Yani.

Keahlian lainnya adalah pipeline system dan Rekind berpengalaman dalam pembentangan pipa untuk mengalirkan CO2 dari sumber produksi menuju lubang perut bumi. Bekal kemampuannya itu berdasarkan pada pengalaman di bidang pipeline dalam menunjang kegiatan migas, termasuk di dalamnya untuk proyek pipa gas yang ‘fenomenal’ Sumatera – Cilegon bekerja sama dengan Nippon Steel.

“Pengalaman Rekind baru sampai di sini. Sedangkan untuk menginjeksikan CO2 ke perut bumi bisa dilakukan oleh pihak lain yang memiliki kemampuan tersebut,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!