Plt. Mentan Perintahkan Jajarannya Tingkatkan Produksi Beras Jadi 35 Juta Ton
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 10:50 WIB
Produksi beras ditargetkan meningkat di tahun-tahun mendatang. Foto/Dok
JAKARTA - Usai mendampingi Presiden Jokowi melakukan panen raya padi di Desa Karang Layung, Indramayu, Jawa Barat, pada Jumat (13/10/2023), Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi memerintahkan jajarannya untuk terus mendongkrak produksi beras nasional di tahun-tahun mendatang.
Baca juga: Fenomena Beras Sintetis Menyeruak, Plt. Mentan Gercep Lakukan Investigasi
Dirinya meminta agar produksi padi meningkat dari 31,5 juta ton menjadi 35 juta ton. Tanpa peningkatan produksi, maka akan berdampak pada kenaikan harga beras. Pasalnya, akan terjadi rebutan gabah kering panen (GKP).
"Kalau panen rayanya ada di semester I, maka kita pastikan bahwa di semester akhir atau tiga bulan terakhir produksi rendah, akan rebutan GKP (gabah kering panen) di tingkat sawah, dan itu yang memicu kenaikan harga beras," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/10/2023).
Selain meningkatkan produksi, Arief juga meminta agar PT Perum Bulog maksimalkan penyerapan beras sebagai cadangan pangan pemerintah yang nantinya dapat digunakan sebagai stabilisasi harga.
“Jadi Bulog tugasnya bantu simpan. Kebetulan saya yang menugasi Bulog. Kita buat sama-sama," kata Arief yang juga merupakan Kepala Badan Pangan Nasional.
Baca juga: Fenomena Beras Sintetis Menyeruak, Plt. Mentan Gercep Lakukan Investigasi
Dirinya meminta agar produksi padi meningkat dari 31,5 juta ton menjadi 35 juta ton. Tanpa peningkatan produksi, maka akan berdampak pada kenaikan harga beras. Pasalnya, akan terjadi rebutan gabah kering panen (GKP).
"Kalau panen rayanya ada di semester I, maka kita pastikan bahwa di semester akhir atau tiga bulan terakhir produksi rendah, akan rebutan GKP (gabah kering panen) di tingkat sawah, dan itu yang memicu kenaikan harga beras," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/10/2023).
Selain meningkatkan produksi, Arief juga meminta agar PT Perum Bulog maksimalkan penyerapan beras sebagai cadangan pangan pemerintah yang nantinya dapat digunakan sebagai stabilisasi harga.
“Jadi Bulog tugasnya bantu simpan. Kebetulan saya yang menugasi Bulog. Kita buat sama-sama," kata Arief yang juga merupakan Kepala Badan Pangan Nasional.
Lihat Juga :