Siap-siap! Rupiah Bisa Tembus Lebih dari Rp16.000 per Dolar

Kamis, 19 Oktober 2023 - 22:53 WIB
Di sisi lain, Bhima menyebut ekonomi China sedang mengalami tekanan, bahkan pertumbuhan ekonomi China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia di 2024 pertumbuhannya hanya kisaran 4,6%, atau lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Situasi itu membuat kinerja ekspor akan tertekan dan devisa dari ekspor semakin lama akan semakin terbatas.

"Cadangan devisa mulai menurun, sehingga mau nggak mau kalau Bank Indonesia tidak menaikkan suku bunga secara signifikan misalnya 50 basis poin, maka rupiahnya akan terus mengalami pelemahan yang cukup dalam sampai akhir tahun," tuturnya.

Apalagi kata Bhima kalau melihat kebutuhan impor barang-barang. Selain itu valas juga digunakan untuk pembayaran kewajiban pokok dan bunga utang pemerintah dan swasta di akhir tahun ini sehingga akan membuat rupiah semakin tertekan.

Baca juga: Ideologi Sesat Zionisme: Nabi Adam Pernah Menggauli Binatang ketika Berada di Surga

"Jadi Rupiah masih akan tertekan gejolak eksternal maupun domestik," pungkas Bhima.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!