Harta Miliarder China Ini Lenyap Setengah Lebih, Tersisa Tinggal Rp80,5 Triliun
Selasa, 24 Oktober 2023 - 15:59 WIB
Saat itu sang maestro telah berjanji untuk menginvestasikan lebih dari USD1 miliar dalam bentuk subsidi untuk memenangkan hati pembeli. Dimana secara efektif yang dilakukan adalah membuat harga lebih rendah yang menjadi inti dari strateginya.
Perusahaan saat ini tertinggal di belakang pesaingnya termasuk Alibaba dan PDD Holdings, ketika mereka datang untuk menarik pedagang dan distributor yang menjual barang-barang murah, menurut catatan penelitian 16 Oktober oleh analis Morningstar Chelsey Tam.
"Ditambah manajemen masih ingin melindungi margin, yang berarti pemotongan harga tidak seagresif yang dilakukan oleh saingan," ucap Wang Xiaoyan, seorang analis yang berbasis di Shanghai untuk perusahaan riset 86Research.
"Menyukseskan transisi untuk model harga lebih murah membutuhkan banyak investasi dan komitmen kuat manajemen terhadap perang harga," kata Wang.
Tetapi sampai hari ini, manajemen JD.com masih berharap bisa mengendalikan biaya, dan hasil dari strategi harga rendah dinilai belum berjalan dengan baik. Hal itu membuat JD.com tertinggal di belakang saingannya termasuk Alibaba dan PDD Holdings dalam urusan pendapatan dan pertumbuhan pengguna.
Sementara itu penjualan di pasar tradisionalnya —yaitu perangkat elektronik— berada di bawah tekanan karena lesunya permintaan. Pada kuartal kedua, ketika perusahaan mengganti CEO-nya sebagai bagian dari perombakan, pendapatan perusahaan tumbuh 7,6% menjadi USD39,5 miliar, dan laba bersihnya melonjak 50% menjadi USD900 juta.
Hasilnya lebih baik dari yang diperkirakan banyak orang, meskipun tingkat pertumbuhan top-line-nya jauh dari Alibaba 14% selama periode April-Juni, dan PDD 66%. Seorang juru bicara JD.com tidak menanggapi permintaan komentar.
Perusahaan saat ini tertinggal di belakang pesaingnya termasuk Alibaba dan PDD Holdings, ketika mereka datang untuk menarik pedagang dan distributor yang menjual barang-barang murah, menurut catatan penelitian 16 Oktober oleh analis Morningstar Chelsey Tam.
"Ditambah manajemen masih ingin melindungi margin, yang berarti pemotongan harga tidak seagresif yang dilakukan oleh saingan," ucap Wang Xiaoyan, seorang analis yang berbasis di Shanghai untuk perusahaan riset 86Research.
"Menyukseskan transisi untuk model harga lebih murah membutuhkan banyak investasi dan komitmen kuat manajemen terhadap perang harga," kata Wang.
Tetapi sampai hari ini, manajemen JD.com masih berharap bisa mengendalikan biaya, dan hasil dari strategi harga rendah dinilai belum berjalan dengan baik. Hal itu membuat JD.com tertinggal di belakang saingannya termasuk Alibaba dan PDD Holdings dalam urusan pendapatan dan pertumbuhan pengguna.
Sementara itu penjualan di pasar tradisionalnya —yaitu perangkat elektronik— berada di bawah tekanan karena lesunya permintaan. Pada kuartal kedua, ketika perusahaan mengganti CEO-nya sebagai bagian dari perombakan, pendapatan perusahaan tumbuh 7,6% menjadi USD39,5 miliar, dan laba bersihnya melonjak 50% menjadi USD900 juta.
Hasilnya lebih baik dari yang diperkirakan banyak orang, meskipun tingkat pertumbuhan top-line-nya jauh dari Alibaba 14% selama periode April-Juni, dan PDD 66%. Seorang juru bicara JD.com tidak menanggapi permintaan komentar.
Lihat Juga :