Survei Seismik 2D Terpanjang di Asia Pasifik Tuntas, SKK Migas Bangga

Rabu, 05 Agustus 2020 - 17:39 WIB
Dia berharap, dengan banyaknya jumlah cekungan yang disurvei, kelak akan menjadi potensi cadangan migas yang besar bagi Indonesia. Dwi juga menegaskan kembali bahwa meskipun saat ini industri hulu migas dihantam rendahnya harga minyak dan turunnya permintaan, namun kegiatan eksplorasi tetap menjadi prioritas utama yang harus dilakukan.

"Di tengah menurunnya gairah investasi di Indonesia, kami justru menggenjot kegiatan-kegiatan investasi di hulu migas agar tetap dilaksanakan. Untuk mencapai visi produksi 1 juta BOPD di 2030, SKK Migas berkomitmen melaksanakan not business as usual dengan cara masif, agresif, namun tetap menjunjung nilai efisien. Karena keberhasilan kegiatan eksplorasi hari ini merupakan bekal bagi generasi berikutnya untuk dapat menikmati hasil migas Indonesia," tandasnya.

Survei seismik 2D ini merupakan bagian dari Komitmen Kerja Pasti (KKP) Jambi Merang hingga tahun 2024 dengan nilai investasi USD239,3 Juta. Khusus untuk kegiatan eksplorasi, dalam KKP sudah dialokasikan USD196,5 juta untuk meningkatkan penemuan cadangan. Selanjutnya, hasil survei akan diproses dan dievaluasi oleh Pertamina dengan target penyelesaian pada November 2020. Hasil survei akan menjadi data terbuka dalam kurun waktu setahun ke depan.

(Baca Juga: Keren, PHE Jambi Merang Tuntaskan Survei 2D Lampaui Target Tanpa Kecelakaan Kerja)

"SKK Migas berharap setelah evaluasi selesai dilakukan, pemerintah dapat segera menetapkan hasilnya menjadi wilayah kerja aktif melalui join study atau lelang terbuka," tutup Dwi.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!