Pandemi Bikin Premi Asuransi dan Pengimpunan Dana di Pasar Modal Amblas
Rabu, 05 Agustus 2020 - 20:53 WIB
Menurut dia, tidak dapat dipungkiri, dengan terhentinya sebagian besar aktivitas ekonomi masyakarat sebagai dampak pembatasan aktivitas sosial, fungsi intermediasi terlihat tertekan sejak Mei 2020 sejalan dengan kinerja perekonomian domestik.
"Namun diperkirakan akan meningkat kembali di semester II ini sejalan dengan diimplementasikannya berbagai paket stimulus kebijakan di sektor fiskal, moneter dan sektor keuangan. Kami mengharapkan data pada penutupan akhir Juli nanti akan tetap konsisten tumbuh positif," paparnya.
Wimboh meyakini, berbagai stimulus yang diberikan pemerintah seperti subsidi bunga, penempatan dana pemerintah di industri perbankan dan penjaminan kredit UMKM dan korporasi akan dapat mendorong penyaluran kredit lebih tinggi lagi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Peran relaksasi dan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 yang berlangsung lancar sangat signifikan dalam menjaga tingkat NPL dan permodalan bank sehingga stabilitas sektor jasa keuangan tetap dapat terjaga dengan baik," ungkapnya.
"Namun diperkirakan akan meningkat kembali di semester II ini sejalan dengan diimplementasikannya berbagai paket stimulus kebijakan di sektor fiskal, moneter dan sektor keuangan. Kami mengharapkan data pada penutupan akhir Juli nanti akan tetap konsisten tumbuh positif," paparnya.
Wimboh meyakini, berbagai stimulus yang diberikan pemerintah seperti subsidi bunga, penempatan dana pemerintah di industri perbankan dan penjaminan kredit UMKM dan korporasi akan dapat mendorong penyaluran kredit lebih tinggi lagi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Peran relaksasi dan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 yang berlangsung lancar sangat signifikan dalam menjaga tingkat NPL dan permodalan bank sehingga stabilitas sektor jasa keuangan tetap dapat terjaga dengan baik," ungkapnya.
(uka)
Lihat Juga :