Ekonomi Minus dan Presiden Marah-marah, Ekonom Sebut Pemerintah Biang Kerok Krisis
Kamis, 06 Agustus 2020 - 15:01 WIB
Hampir semua dari sektor mengalami pertumbuhan negatif. Padahal sebenarnya krisis itu bisa ciptakan peluang. Namun kenyataanya, justru saat ini sektor potensial tidak digarap dengan kebijakan yang memadai. "Bahkan sektor kesehatan seperti drakula penghisap darah devisa. Rakyat tidak bisa ada indikasi monopoli, makanya harus segera dirubah," beber dia.
(Baca Juga: Tegur Lagi Menterinya, Jokowi: Nggak Tahu Prioritas! )
Menurut Didik, strategi selamatkan rakyat terlebih dahulu adalah cara terbaik untuk bisa membuat ekonomi menjadi optimis. Terbukti negara-negara yang berhasil mengatasi atau mengendalikan pandemi seperti di China dan Vietnam lebih cepat pulih ekonominya daripada Indonesia saat ini.
Peningkatan kapasitas testing PCR per hari dan penyiapan fasilitas kesehatan untuk merawat pasien Covid-19 (khususnya ruang isolasi dan ventilator) perlu diakselerasi. Kapasitas testing PCR Indonesia tidak berbeda jauh dengan Malaysia yang penduduknya hanya seperdelapan. "Ketimpangan kapasitas fasilitas kesehatan antar kota-desa dan Jawa-Luar Jawa perlu di kurangi dari sekarang," ungkap dia.
(Baca Juga: Tegur Lagi Menterinya, Jokowi: Nggak Tahu Prioritas! )
Menurut Didik, strategi selamatkan rakyat terlebih dahulu adalah cara terbaik untuk bisa membuat ekonomi menjadi optimis. Terbukti negara-negara yang berhasil mengatasi atau mengendalikan pandemi seperti di China dan Vietnam lebih cepat pulih ekonominya daripada Indonesia saat ini.
Peningkatan kapasitas testing PCR per hari dan penyiapan fasilitas kesehatan untuk merawat pasien Covid-19 (khususnya ruang isolasi dan ventilator) perlu diakselerasi. Kapasitas testing PCR Indonesia tidak berbeda jauh dengan Malaysia yang penduduknya hanya seperdelapan. "Ketimpangan kapasitas fasilitas kesehatan antar kota-desa dan Jawa-Luar Jawa perlu di kurangi dari sekarang," ungkap dia.
(akr)
Lihat Juga :