IBC Berencana Bangun 1.000 Stasiun Pengisian dan 5.000 Penukaran Baterai Kendaraan Listrik di 2024

Senin, 27 November 2023 - 17:33 WIB
"Nah di 2034 yang bisa kita lihat bahwa Indonesia memproduksi sekitar 50 GWh baterai. Ini untuk roda 2 dan roda 4 dan juga untuk energy storage system. Energy storage system sangat penting untuk kita melakukan support terhadap pengembangan EBT," tuturnya.

Sementara itu pada 2035, potensi perkembangan baterai di Indonesia sudah mendekati 60 GWH. "60 GWh ini kalau dari segi roda 4, ini bisa sekitar kurang lebih kebutuhannya hampir 400-600 ribu kendaraan roda 4, dan untuk roda 2 ini bisa mencapai 3 atau 4 juta unit," lanjutnya.

Namun demikian diakui Toto, hingga saat ini belum ada regulasi yang secara formal mengatur ekosistem baterai kendaraan listrik. Padahal, pengaturan tata kelola industri baterai sangat penting karena membutuhkan keterlibatan berbagai pihak terkait.

"Kemudian juga roadmap pengembangan industri baterai. Saat ini belum terdefinisi secara jelas," terangnya.

Toto menekankan, standardisasi baterai juga tak kalah pentingnya untuk memudahkan konsumen pengguna kendaraan listrik. Jangan sampai baterai-baterai yang beredar di Indonesia mengandung lead acid, sebab dinilai sangat berbahaya untuk lingkungan sehingga perlu diatur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!