Sulitnya Mendorong Pertumbuhan Perbankan Syariah di RI, Ekonom Buka-bukaan
Selasa, 05 Desember 2023 - 21:53 WIB
“Karena suku bunga di Indonesia sangat tinggi. Masyarakat kita ini terbiasa dininabobokan dengan bunga tinggi. Ujung-ujungnya mereka harus memilih bank yang istilahnya bank tambah bunga," tuturnya.
Baca Juga: 15 Negara yang Menerapkan Sistem Ekonomi Islam, Urutan 13 Bikin Kagum
Bahkan, lanjut Piter, sebagian besar perbankan syariah juga tidak berinovasi dan cenderung mengembangkan produk yang relatif mirip dengan bank konvensional. Sehingga, ketika nasabah akan membuka tabungan di bank syariah tryap akan menanyakan keuntungan bunga yang akan didapat.
“Walau di bank syariah, ujung-ujungnya nasabah menanyakan bunganya berapa. Walau dengan bahasa yang berbeda yakni bagi hasil berapa. Tapi sebenarnya intinya sama, imbal hasil yang mereka (nasabah) harapkan tetap tinggi," ujar Piter.
"Yang ujungnya saya simpulkan karakteristiknya sama yaitu berburu rente. Di tengah kondisi itu sangat sulit bank syariah untuk tumbuh, berkembang, bisa saingi bank konvensional," sambungnya.
Baca Juga: 15 Negara yang Menerapkan Sistem Ekonomi Islam, Urutan 13 Bikin Kagum
Bahkan, lanjut Piter, sebagian besar perbankan syariah juga tidak berinovasi dan cenderung mengembangkan produk yang relatif mirip dengan bank konvensional. Sehingga, ketika nasabah akan membuka tabungan di bank syariah tryap akan menanyakan keuntungan bunga yang akan didapat.
“Walau di bank syariah, ujung-ujungnya nasabah menanyakan bunganya berapa. Walau dengan bahasa yang berbeda yakni bagi hasil berapa. Tapi sebenarnya intinya sama, imbal hasil yang mereka (nasabah) harapkan tetap tinggi," ujar Piter.
"Yang ujungnya saya simpulkan karakteristiknya sama yaitu berburu rente. Di tengah kondisi itu sangat sulit bank syariah untuk tumbuh, berkembang, bisa saingi bank konvensional," sambungnya.
Lihat Juga :