Dengan Dana Rp14 Triliun, Bali Bakal Punya Tol Kedua

Minggu, 09 Agustus 2020 - 08:15 WIB
Dikatakan Menteri Basuki, rencana pembangunan jalan tol ini merupakan prakarsa murni dari pihak swasta (unsollicited project) sehingga Kementerian PUPR sangat mendorong terlaksananya pembangunan. Hal ini sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo agar mencari berbagai alternatif pembiayaan pembangunan jalan tol agar tidak membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Terlebih pemrakarsanya ini bukan BUMN. Oleh karenanya Kementerian PUPR sangat mendorong swasta non-BUMN agar lebih semangat untuk berinvestasi di jalan tol. Jalan tol ini akan dibangun oleh swasta murni tanpa dukungan dari pemerintah (viability gap fund), karena tingkat kelayakan investasinya sangat tinggi di jalur yang sudah ramai dilewati kendaraan,” ujarnya. ( Baca juga:Bali Kembali Dibuka, Pariwisata Juga Menyangkut Penyelamatan Ekonomi )

Menteri Basuki menyatakan, saat ini tahapan rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi sudah memasuki tahapan studi kelayakan dan akan segera dievaluasi. Selanjutnya akan dikeluarkan izin prakarsanya.

“Setelah itu baru penetapan lokasi (penlok) oleh Gubernur Bali. Lalu Oktober 2020 kita bisa tender dan Maret 2021 sudah bisa tanda tangan kontrak untuk memulai pekerjaan konstruksi,” tuturnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, bahwa rencana pengembangan jalan tol tersebut merupakan kebutuhan untuk mengurai titik-titik kemacetan yang sering terjadi pada jam-jam padat. Di samping juga untuk mewujudkan akses yang cepat menuju Denpasar maupun arah sebaliknya dari Denpasar menuju Gilimanuk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!