Dibayangi Perlambatan Permintaan Global, Mampukah Surplus Neraca Dagang RI Lanjut?
Senin, 18 Desember 2023 - 17:46 WIB
Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu mengatakan, kinerja neraca perdagangan Indonesia yang masih surplus mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia yang masih terjaga di tengah peningkatan risiko global. Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus USD2,41 miliar pada bulan November 2023. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu mengatakan, kinerja neraca perdagangan Indonesia yang masih surplus mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia yang masih terjaga di tengah peningkatan risiko global.
“Meski demikian, pemerintah akan terus mewaspadai risiko global yang masih eskalatif ini dengan mengoptimalkan peran APBN untuk menyerap gejolak yang terjadi sehingga meminimalisasi dampaknya ke ekonomi nasional,” ujar Febrio dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Senin (18/12/2023).
Baca Juga: Turun 0,67%, Ekspor RI di November 2023 Capai USD22 Miliar
Febrio mengungkapkan, kondisi surplus neraca perdagangan pada November 2023 menambah catatan surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 43 bulan berturut-turut. Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia selama Januari hingga November 2023 mengalami surplus USD33,63 miliar.
“Meski demikian, pemerintah akan terus mewaspadai risiko global yang masih eskalatif ini dengan mengoptimalkan peran APBN untuk menyerap gejolak yang terjadi sehingga meminimalisasi dampaknya ke ekonomi nasional,” ujar Febrio dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Senin (18/12/2023).
Baca Juga: Turun 0,67%, Ekspor RI di November 2023 Capai USD22 Miliar
Febrio mengungkapkan, kondisi surplus neraca perdagangan pada November 2023 menambah catatan surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 43 bulan berturut-turut. Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia selama Januari hingga November 2023 mengalami surplus USD33,63 miliar.
Lihat Juga :