Masyarakat Jadi Melek Investasi Akibat Pandemi

Selasa, 11 Agustus 2020 - 10:44 WIB
Jumlah investor pasar modal Indonesia yang tercatat pada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia meningkat 21,66% dibandingkan dengan tahun 2019 menjadi 3,02 juta investor yang 42%-nya merupakan investor saham. Peningkatan juga terlihat dari jumlah investor efek yang naik 15,88%, investor reksa dana tumbuh 30,50%, dan investor SBN meningkat 21,09%.

Selain itu, jumlah rerata harian investor ritel saham yang melakukan transaksi sejak Maret sampai dengan Juli 2020, juga meningkat 82,4% dari Maret 2020 sebanyak 51.000 mencapai 93.000 investor pada Juli 2020. Angka investor ritel yang bertransaksi pada Juli tersebut berada di atas rata-rata investor aktif ritel sejak awal 2020 yang sebanyak 65.000 investor ritel. (Baca juga: Genjil Genap Diperluas, Pengamat Sebut Berpotensi Timbulkan Klaster Baru)

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi juga mengakui sentimen Covid-19 tidak menurunkan minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal dengan melakukan initial public offering (IPO). Sepanjang tahun ini, sudah terdapat 35 emiten baru sehingga total emiten menjadi 699 perusahaan tercatat.

“Meskipun diwarnai Covid-19, sampai minggu lalu kita fasilitasi 34 perusahaan baru. Hari ini tambah satu jadi 35 perusahaan. Ini tertinggi di ASEAN selama tiga tahun berturut-turut,” tuturnya.

Meski demikian, pencapaian jumlah investor ritel pada masa pandemi harus bisa dioptimalkan untuk pasar modal Indonesia. Hal ini seperti dikatakan pengamat pasar modal pendiri LBP Institute, Lucky Bayu Purnomo.

Menurutnya, capaian tersebut memiliki beberapa tantangan terutama agar para investor menjadi lebih aktif bertransaksi. Dengan aktif bertransaksi, dampaknya diharapkan dapat meningkatkan likuiditas di pasar modal serta meningkatkan kapitalisasi pasar. Tidak ketinggalan dampak lainnya adalah meredam pasar dari guncangan volatilitas yang semakin besar dalam kondisi serba ketidakpastian saat ini. (Baca juga: Negara Teluk Minta PBB Perpanjang Embargo Senjata, Iran Kesal)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!