Perdagangan Bursa Karbon Capai Rp30,9 Miliar hingga Akhir 2023

Selasa, 09 Januari 2024 - 22:37 WIB
Sebagian besar perdagangan karbon atau mewakili 59,79% terjadi di pasar lelang, sementara 30,38% terjadi di pasar reguler. Adapun sebanyak 9,83% masuk di pasar negosiasi.

"Tentunya ke depan potensi perdagangan Bursa Karbon diperkirakan masih akan terus meningkat, mengingat saat ini sudah semakin banyak industri yang memiliki target net zero emission," papar Inarno.

Baca Juga: BEI Ungkap Ada 20 Perusahaan Siap Masuk Bursa Karbon

Sebagaimana diketahui, saat ini masih terdapat dua unit proyek karbon berbasis Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK), yaitu PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melalui proyek Lahendong Unit 5 dan 6, kemudian PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), melalui proyek PT PJB UP Muara Karang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!