Terapkan Sertifikasi EPD Bakal Memperkuat Daya Saing GRP
Jum'at, 12 Januari 2024 - 10:08 WIB
Penerapan sertifikasi ramah lingkungan seperti Environmental Product Declaration (EPD) yang dilakukan oleh PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) diyakini bakal memperkuat daya saing perusahaan. Foto/Dok
JAKARTA - Penerapan sertifikasi ramah lingkungan seperti Environmental Product Declaration (EPD) yang dilakukan oleh PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) diyakini bakal memperkuat daya saing perusahaan. Pasalnya, negara-negara maju menuntut setiap produk yang masuk harus berdasarkan kaidah-kaidah ramah lingkungan.
“Sebagai industri besar, GRP memang komit terhadap keberlanjutan. Bahkan, GRP bisa disebut sebagai pionir dan role model industri yang peduli terhadap lingkungan,” kata Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus.
Baca Juga: Menjalankan Roda Bisnis Baja, GRP Tidak Melupakan Lingkungan
Selain meningkatkan citra perusahaan, jelas Heri, komitmen GRP yang antara lain diterapkan melalui sertifikasi EPD, juga memperkuat daya saing. “Daya saing jelas meningkat. Terlebih, karena Uni Eropa akan menerapkan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) pada 2026,” kata dia.
Tetapi menurutnya GRP memang tidak bisa sendirian. Heri berharap, industri lain bisa mengikuti jejak GRP sehingga bersama-sama mengurangi emisi karbon. “Intinya harus ada kolaborasi dan dukungan. GRP bisa mengajak atau bermitra dengan industri lain. Pemerintan bisa menjembatani,” kata dia.
“Sebagai industri besar, GRP memang komit terhadap keberlanjutan. Bahkan, GRP bisa disebut sebagai pionir dan role model industri yang peduli terhadap lingkungan,” kata Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus.
Baca Juga: Menjalankan Roda Bisnis Baja, GRP Tidak Melupakan Lingkungan
Selain meningkatkan citra perusahaan, jelas Heri, komitmen GRP yang antara lain diterapkan melalui sertifikasi EPD, juga memperkuat daya saing. “Daya saing jelas meningkat. Terlebih, karena Uni Eropa akan menerapkan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) pada 2026,” kata dia.
Tetapi menurutnya GRP memang tidak bisa sendirian. Heri berharap, industri lain bisa mengikuti jejak GRP sehingga bersama-sama mengurangi emisi karbon. “Intinya harus ada kolaborasi dan dukungan. GRP bisa mengajak atau bermitra dengan industri lain. Pemerintan bisa menjembatani,” kata dia.
Lihat Juga :