Terungkap, Ini Biang Kerok Harga Panas Bumi Tidak Konsisten

Selasa, 11 Agustus 2020 - 14:02 WIB
Ketidakpastian harga panas bumi membuat investor menimbang-nimbang rencana investasinya di sektor panas bumi Indonesia. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan bahwa tantangan pengembangan panas bumi terbesar di Indonesia adalah risiko eksplorasi. Risko kedua terbesar setelahnya adalah harga panas bumi yang tidak konsisten.

"Kalau kita lihat, kebijakan harga panas bumi sejak 2008 mengalami pergantian terus menerus. Dalam periode 2008-2017, kurang dari 10 tahun, sudah ada perubahan 6 kali untuk harga pembelian listrik dari panas bumi," ujar Fabby dalam Market Review IDX Channel Live di Jakarta, Selasa (11/8/2020).



(Baca Juga: Pengembangan Energi Panas Bumi Terganjal Panasnya Investasi)

Dia mengatakan, tidak konsistennya harga ini menimbulkan risiko tersendiri, mengingat pengembangan panas bumi butuh waktu sekitar 11-13 tahun, mulai dari persiapan, eksplorasi, hingga operasi. "Mengapa harga tidak konsisten? Karena untuk panas bumi, keekonomian antarlapangan berbeda-beda, ditentukan dari olah lokasi, kapasitas, lalu biaya eksplorasi," tambah Fabby.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!