Picu Banyak Reaksi Penolakan, Thailand Tunda Program BLT Rp218 Triliun

Kamis, 18 Januari 2024 - 08:04 WIB
Aspirasi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi rata-rata 5 persen selama empat tahun mungkin akan menghadapi tantangan karena penundaan ini. Meskipun rencana pemerintah Thailand untuk mendanai program bantuan tunai senilai USD14 miliar atau setara Rp218 triliun telah mendapat persetujuan dari penasihat hukum, Dewan Negara, rencana ini telah memicu reaksi keras dari partai-partai oposisi, para mantan gubernur bank sentral, dan para ekonom. Kekhawatiran berkisar pada pelebaran defisit fiskal dan memicu inflasi.

Baca Juga: Virus Baru dari Kelelawar yang Bisa Mematikan Manusia Ditemukan di Thailand

Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Thailand telah memperingatkan adanya potensi pelanggaran hukum dalam rencana pemberian dompet digital, yang menambah kerumitan pada situasi ini. Pemerintah belum memberikan jadwal baru untuk dimulainya bantuan keuangan ini, membuat banyak orang berada dalam ketidakpastian.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!