Buang Konsep Usang, Pertamina Siap Permak SPBU Jadi Lebih Modern

Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:29 WIB
"Tantangannya adalah bagaimana mengembangkan potensi pendapatan non-fuel di SPBU. Saat ini kontribusi pendapatan non-fuel baru sebesar 3-4%," ungkapnya.

Iin menargetkan pada lima tahun ke depan, 30% pendapatan SPBU akan berasal dari non-fuel. Peluang ini dinilai cukup besar, tidak hanya dari sektor ritel yang menjual produk makanan dan minuman tetapi bisa menarik ritel lain. "Peluangnya sangat besar. Tidak hanya dari store, tapi juga iklan dari automotif seperti ganti oli, spare part, apotek-apotek di SPBU," tuturnya.

(Baca Juga: Diadang Pandemi, Target Digitalisasi SPBU Terpaksa Mundur)

CEO PT Pertamina Patra Niaga (Commercial & Trading Subholding) Mas’ud Khamid mengatakan, potensi peluang bisnis yang bisa dikembangkan di SPBU-SPBU Pertamina masih sangat besar. Selain untuk meningkatkan pelayanan, konsep baru Bright Store ini menjadi strategi dalam menangkap peluang bisnis di luar penjualan bahan bakar minyak dan gas.

"Ini potensinya luar biasa kalau dikembangkan dengan baik. Kita akan lebih agresif membuka gerai melalui channel SPBU," tuturnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!