WPI Panen Perdana di Banyuasin, Optimistis Kemitraan Sejahterakan Petani
Selasa, 30 Januari 2024 - 17:53 WIB
Faktor penentu produktivitas selanjutnya yakni penggunaan pestisida. Tim WPI melakukan pantau lapangan sehingga penggunaan pestisida tidak merusak sawah.
”Kita juga usahakan ada asuransi. Biasanya petani utang kalua gagal panen. Dengan adanya asuransi ini maka ada penggantian memanam kembali. Jadi tidak perlu utang. Semua untung,” tandasnya.
Di depan para petani, Saronto juga mengharapkan mereka taat dengan komitmen. Artinya ketika petani sudah dibantu pendampingan, suplai bibit dan pupuk, petani menjual hasil panennya ke WPI. Bukan ke pihak lain. ”Saya yakin di Muara Telang ini, petaninya setia,” tandasnya.
Di Sumatera Selatan sendiri, sudah ada 2.300 ha lahan pertanian yang bermitra dengan WPI. Kabupaten Banyuasin berkontribusi paling besar sekitar 2.200 hektare. Bahkan, Kecamatan Muara Telang mencapai 1.005 hektare. Lahan tersebut tersebar di Banyuasin, Ogan Ilir, dan Oku Timur.
”Kita juga usahakan ada asuransi. Biasanya petani utang kalua gagal panen. Dengan adanya asuransi ini maka ada penggantian memanam kembali. Jadi tidak perlu utang. Semua untung,” tandasnya.
Di depan para petani, Saronto juga mengharapkan mereka taat dengan komitmen. Artinya ketika petani sudah dibantu pendampingan, suplai bibit dan pupuk, petani menjual hasil panennya ke WPI. Bukan ke pihak lain. ”Saya yakin di Muara Telang ini, petaninya setia,” tandasnya.
Di Sumatera Selatan sendiri, sudah ada 2.300 ha lahan pertanian yang bermitra dengan WPI. Kabupaten Banyuasin berkontribusi paling besar sekitar 2.200 hektare. Bahkan, Kecamatan Muara Telang mencapai 1.005 hektare. Lahan tersebut tersebar di Banyuasin, Ogan Ilir, dan Oku Timur.
Lihat Juga :