Faisal Basri: Ganjar-Mahfud Menang Pilpres, Iklim Investasi Lebih Pasti

Rabu, 07 Februari 2024 - 20:02 WIB
Faisal memberikan contoh konkret bahwa Mahfud saat menjadi Menko Polhukam membentuk Tim Reformasi Hukum yang beranggotakan para pakar dan tokoh masyarakat sipil untuk melakukan reformasi hukum. Dia menyebut dirinya masuk ke dalam tim tersebut dan diminta untuk melakukan reformasi hukum. “Saya diminta di tim reformasi hukum, ini sudah tokcer dan akan langsung dilaksanakan Mahfud. Dia tegas ditindak pidana pencucian uang (TPPU), tapi pada batas tertentu mentok, karena terkait kekuasaan," lanjutnya.

Faisal menjelaskan, jika paslon 01 menang, memang ada kampiun hukum untuk memberantas korupsi seperti mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto dan Saut Situmorang.

Namun, untuk melakukan perubahan seperti yang dikampanyekan akan sulit dilakukan secara radikal. Pasalnya, dana APBN yang bisa diotak-atik presiden hanya sebesar 5%. Jadi, kalaupun ada perubahan hanya bersifat marjinal.

Masyarakat Melawan

Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa sejumlah pejabat negara saat ini masuk menjadi juru kampanye para pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden. "Tahun ini bisa kalian bayangkan. Ada 15 menteri atau wakil menteri tidak kerja, mereka jadi timses (tim sukses)," tegas.

Faisal pun menyebut sejumlah nama yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!