Bulog Akan Impor 600.000 Ton Beras Hingga Maret, Bersamaan Musim Panen

Sabtu, 10 Februari 2024 - 13:38 WIB
Baca Juga: 7 Pesawat Pembom Paling Mematikan di Dunia

"Kenapa petani tetap miskin, karena dia hanya punya pendapatan saat panen, kehidupan sehari hari dari utang, dia terjebak dalam debt interlock. Jadi dia tidak punya penghasilan sehari hari-hari dia utang dari warung, ketika panen dia memberikan hasil panen kepada tengkulak, gimana mau kaya?" kata Esther.

Esther menambahkan, para petani juga tidak bisa menyimpan uang hasil panen dikarenakan jumlah yang diterima tidak lebih banyak. Di samping untuk memenuhi biaya hidup, petani juga harus melunasi utangnya.

"Petani yang bisa sustain yang punya penghasilan lain, misalnya dari tukang ojek, kemudian dari pegawai, jadi dia dapat memenuhi kebutuhan sehari hari dari ojek, nanti ketika panen dia bisa saving, dia bisa hidup. Tapi kalau hanya petani, itu menurut pengamatan saya tidak punya saving karena harus bayar utang," cetusnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!