BRI Salurkan FLPP 200 Ribu Unit di 2024, Simak Persyaratannya
Minggu, 11 Februari 2024 - 12:53 WIB
BRI berkomitmen menyalurkan fasilitas pembiayaan bagi nasabahnya berupa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 200 ribu unit di 2024. Foto/Dok
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkomitmen menyalurkan fasilitas pembiayaan bagi nasabahnya berupa Kredit Pemilikan Rumah ( KPR ) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 200 ribu unit di 2024.
Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani mengatakan, hal itu karena permintaan atas kepemilikan properti dalam bentuk rumah atau tempat tinggal semakin tinggi tak terkecuali bagi generasi muda. Baca Juga: Anggaran FLPP Tahun 2024 Rp13,72 Triliun, Backlog Perumahan Ditargetkan Berkurang 1,3%
Dikatakan Handayani, hal itu juga berdasarkan tren permintaan dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang terus meningkat terhadap rumah subsidi lewat aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SIKASEP) milik Kementerian PUPR.
"Melihat dari potensi aplikasi SIKASEP terkait pemintaan dari MBR atas rumah Subsidi FLPP, masih terdapat sebanyak lebih dari 18 ribu unit yang dapat dilakukan proses kredit. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa permintaan rumah subsidi masih tinggi walaupun terjadi kenaikan harga rumah KPR subsidi," terang Handayani dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2024).
Baca Juga: Harga Rumah Subsidi Naik per 1 Januari 2024, Segini Jadinya
Kendati demikian, Handayani menyadari, tantangan besar di depan mata seiring dengan melimpahnya penawaran (over supply) rumah subsidi yang dibangun/dijual oleh pengembang. Oleh sebab itu, BRI akan terus berupaya melayani proses kredit secara cepat dan prudent, serta memperhatikan kualitas rumah agar dapat memberikan manfaat dan kepuasan kepada MBR.
Sejauh ini BRI menyalurkan KPR Subsidi di rumah tapak, namun BRI tetap melayani penyaluran kepada Rumah Susun dengan lebih selektif dan cermat dalam melakukan analisa kredit.
Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani mengatakan, hal itu karena permintaan atas kepemilikan properti dalam bentuk rumah atau tempat tinggal semakin tinggi tak terkecuali bagi generasi muda. Baca Juga: Anggaran FLPP Tahun 2024 Rp13,72 Triliun, Backlog Perumahan Ditargetkan Berkurang 1,3%
Dikatakan Handayani, hal itu juga berdasarkan tren permintaan dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang terus meningkat terhadap rumah subsidi lewat aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SIKASEP) milik Kementerian PUPR.
"Melihat dari potensi aplikasi SIKASEP terkait pemintaan dari MBR atas rumah Subsidi FLPP, masih terdapat sebanyak lebih dari 18 ribu unit yang dapat dilakukan proses kredit. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa permintaan rumah subsidi masih tinggi walaupun terjadi kenaikan harga rumah KPR subsidi," terang Handayani dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2024).
Baca Juga: Harga Rumah Subsidi Naik per 1 Januari 2024, Segini Jadinya
Kendati demikian, Handayani menyadari, tantangan besar di depan mata seiring dengan melimpahnya penawaran (over supply) rumah subsidi yang dibangun/dijual oleh pengembang. Oleh sebab itu, BRI akan terus berupaya melayani proses kredit secara cepat dan prudent, serta memperhatikan kualitas rumah agar dapat memberikan manfaat dan kepuasan kepada MBR.
Sejauh ini BRI menyalurkan KPR Subsidi di rumah tapak, namun BRI tetap melayani penyaluran kepada Rumah Susun dengan lebih selektif dan cermat dalam melakukan analisa kredit.
Lihat Juga :