Utang Kereta Cepat Whoosh dari China Sudah Cair, KAI Dapat Hampir Rp7 Triliun

Selasa, 13 Februari 2024 - 18:50 WIB
Utang China ini akan digunakan untuk menambal cost overrun atau pembengkakan biaya Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) alias Kereta Cepat Whoosh. Foto/Dok
JAKARTA - China Development Bank (CDB) akhirnya mencairkan pinjaman untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebesar USD448 juta atau setara Rp6,99 triliun (kurs Rp15.626/USD). Utang China ini akan digunakan untuk menambal cost overrun atau pembengkakan biaya Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) alias Kereta Cepat Whoosh .

Baca Juga: RI Terperangkap Utang China Bangun Kereta Cepat? Luhut: Sini Tunjukin



Dalam laporan fakta material yang disampaikan KAI kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pinjaman itu dicairkan CDB dalam dua seri, yakni USD dan Yuan China. Pencairan dilakukan dalam dua seri, yakni 7 Februari 2024 untuk Fasilitas A dengan nominal USD230,9 juta atau setara Rp3,6 triliun.

Kedua, Fasilitas B 1,54 miliar Yuan China atau setara USD217 juta atau Rp3,3 triliun pada 5 Februari 2024. Adapun pinjaman itu diteruskan kepada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yakni konsorsium BUMN yang memiliki 60% saham di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Baca Juga: RI Minta China Turunkan Bunga Utang Kereta Cepat, Negosiasi Mandek!

Konsorsium itu terdiri dari empat BUMN, yakni KAI, PT Wijaya Karya (Persero) tbk atau WIKA, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN VIII. Dalam konsorsium itu, KAI menjadi pemegang saham mayoritas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!