Utang Kereta Cepat Whoosh dari China Sudah Cair, KAI Dapat Hampir Rp7 Triliun
Selasa, 13 Februari 2024 - 18:50 WIB
“Pencairan tersebut langsung diteruskan ke PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) pada tanggal 7 Februari 2024,” tulis fakta material tersebut, Selasa (13/2/2024).
Adapun nilai cost overrun proyek Kereta Cepat disepakati sebesar USD1,2 miliar atau setara Rp18,76 triliun. Pembengkakan biaya itu disebabkan adanya perbedaan biaya pembangunan kereta cepat di China dan Indonesia, yang berasal dari pembebasan lahan, biaya persinyalan, dan sebagainya.
Pinjaman dari China Development Bank akan menjadi modal KAI. Pemerintah sebelumnya mengajukan pinjaman ke CDB senilai USD550 juta atau setara Rp8,3 triliun.
Pinjaman kepada CDB sudah diajukan sejak awal 2022 lalu. Lantaran interest rate atau suku bunga yang diminta Indonesia tak sesuai dengan standar CDB, maka pencairan pun mendek sebelumnya.
Adapun nilai cost overrun proyek Kereta Cepat disepakati sebesar USD1,2 miliar atau setara Rp18,76 triliun. Pembengkakan biaya itu disebabkan adanya perbedaan biaya pembangunan kereta cepat di China dan Indonesia, yang berasal dari pembebasan lahan, biaya persinyalan, dan sebagainya.
Pinjaman dari China Development Bank akan menjadi modal KAI. Pemerintah sebelumnya mengajukan pinjaman ke CDB senilai USD550 juta atau setara Rp8,3 triliun.
Pinjaman kepada CDB sudah diajukan sejak awal 2022 lalu. Lantaran interest rate atau suku bunga yang diminta Indonesia tak sesuai dengan standar CDB, maka pencairan pun mendek sebelumnya.
(akr)
Lihat Juga :