Sun Life Indonesia Luncurkan Sun Entrepreneur, Dorong Generasi Muda Berwirausaha
Jum'at, 16 Februari 2024 - 19:06 WIB
Ibnu Jamil mengaku menjadi wirausahawan sudah menjadi mimpi saya sejak lama. Dia menyadari bahwa tren dunia hiburan sangat dinamis dan saya tidak mungkin hanya mengandalkan profesi seniman. ”Akan tetapi membangun usaha bukan hal yang mudah, apalagi setelah saya melihat banyak bisnis yang harus gulung tikar pada saat pandemi,” kata pemilik Nasi Goreng Jamilos ini, Jumat (16/2/2024).
Dia mengakui pengetahuan dan pengalaman bisnisnya sangat terbatas. Dia sangat merasakan beragam tantangan yang harus dilewati. Mulai dari modal usaha, beragam perizinan, strategi pemasaran dan branding, hingga pengendalian kualitas yang tinggi. ”Saya pun juga sempat meragukan keinginan saya untuk berwirausaha karena risiko kegagalan yang bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.
Chief Agency Officer Sun Life Indonesia Shierly Ge mengatakan, Sun Entrepreneur dirancang khusus untuk menjawab berbagai keraguan dan hambatan generasi muda dalam berwirausaha. Lebih dari sekadar program, Sun Entrepreneur adalah wadah kolaboratif yang memperkaya dan mendukung generasi muda Indonesia untuk menjadi entrepreneur muda di industri asuransi.
Menurutnya, menjadi entrepreneur dengan membangun usaha berupa distribusi keagenan mandiri di industri asuransi jiwa adalah salah satu peluang bisnis yang rendah risiko dan tidak membutuhkan modal yang besar. ”Berbisnis lewat distribusi keagenan mandiri itu tidak sekadar menjual produk asuransi saja, tetapi juga memperluas ekspansi bisnis dengan membangun tim keagenan yang dimiliki,” ungkapnya.
Sun Entrepreneur dirancang untuk mencetak entrepreneur di bidang distribusi keagenan mandiri melalui program pelatihan intensif bersama para profesional di industri asuransi mengenai kewirausahaan, kreativitas, dan pengembangan diri selama 6 bulan. Selanjutnya, mereka dapat menjalankan sistemnya dan dalam kurun 2,5 - 3 tahun dapat memiliki bisnis distribusi keagenan mandirinya sendiri.
Dia mengakui pengetahuan dan pengalaman bisnisnya sangat terbatas. Dia sangat merasakan beragam tantangan yang harus dilewati. Mulai dari modal usaha, beragam perizinan, strategi pemasaran dan branding, hingga pengendalian kualitas yang tinggi. ”Saya pun juga sempat meragukan keinginan saya untuk berwirausaha karena risiko kegagalan yang bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.
Chief Agency Officer Sun Life Indonesia Shierly Ge mengatakan, Sun Entrepreneur dirancang khusus untuk menjawab berbagai keraguan dan hambatan generasi muda dalam berwirausaha. Lebih dari sekadar program, Sun Entrepreneur adalah wadah kolaboratif yang memperkaya dan mendukung generasi muda Indonesia untuk menjadi entrepreneur muda di industri asuransi.
Menurutnya, menjadi entrepreneur dengan membangun usaha berupa distribusi keagenan mandiri di industri asuransi jiwa adalah salah satu peluang bisnis yang rendah risiko dan tidak membutuhkan modal yang besar. ”Berbisnis lewat distribusi keagenan mandiri itu tidak sekadar menjual produk asuransi saja, tetapi juga memperluas ekspansi bisnis dengan membangun tim keagenan yang dimiliki,” ungkapnya.
Sun Entrepreneur dirancang untuk mencetak entrepreneur di bidang distribusi keagenan mandiri melalui program pelatihan intensif bersama para profesional di industri asuransi mengenai kewirausahaan, kreativitas, dan pengembangan diri selama 6 bulan. Selanjutnya, mereka dapat menjalankan sistemnya dan dalam kurun 2,5 - 3 tahun dapat memiliki bisnis distribusi keagenan mandirinya sendiri.
Lihat Juga :