Adakah Dampak Resesi Jepang ke Ekonomi Indonesia?
Minggu, 25 Februari 2024 - 18:00 WIB
Jepang secara resmi mengalami resesi setelah PDB turun selama dua kuartal berturut-turut hingga menutup tahun 2023. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Jepang secara resmi mengalami resesi setelah Produk Domestik Bruto (PDB) turun selama dua kuartal berturut-turut hingga menutup tahun 2023. Merosotnya nilai tukar yen dan menyusutnya populasi menjadi penyebab utama resesi ekonomi di Jepang.
Mengutip Business Insider, Jepang secara resmi kehilangan gelar sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia terdampak ekonominya yang menyusut 0,4% selama tiga bulan terakhir di 2023.
Kontraksi tersebut terjadi setelah kemerosotan 3,3% pada Kuartal III 2023 menjauh dari prediksi para ekonom yang memproyeksikan meningkat 1,4%. Anjloknya nilai tukar yen merupakan salah satu masalah yang mengganggu Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan Dow Jones, mata uang ini telah jatuh 30% terhadap dolar AS sejak awal tahun 2022.
Baca Juga: Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Tak hanya Jepang, Inggris juga mengalami resesi. Krisis biaya hidup dan belanja yang lemah menjadi penyebab utama. Data resmi menunjukkan ekonominya menyusut 0,3% antara bulan Oktober dan Desember kontraksi secara kuartalan kedua berturut-turut. Hal ini secara resmi membuat Inggris masuk ke jurang resesi.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan resesi di Jepang akan berdampak bagi Indonesia dari sisi kinerja ekspor lantaran salah satu mitra dagang utama.
Mengutip Business Insider, Jepang secara resmi kehilangan gelar sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia terdampak ekonominya yang menyusut 0,4% selama tiga bulan terakhir di 2023.
Kontraksi tersebut terjadi setelah kemerosotan 3,3% pada Kuartal III 2023 menjauh dari prediksi para ekonom yang memproyeksikan meningkat 1,4%. Anjloknya nilai tukar yen merupakan salah satu masalah yang mengganggu Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan Dow Jones, mata uang ini telah jatuh 30% terhadap dolar AS sejak awal tahun 2022.
Baca Juga: Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Tak hanya Jepang, Inggris juga mengalami resesi. Krisis biaya hidup dan belanja yang lemah menjadi penyebab utama. Data resmi menunjukkan ekonominya menyusut 0,3% antara bulan Oktober dan Desember kontraksi secara kuartalan kedua berturut-turut. Hal ini secara resmi membuat Inggris masuk ke jurang resesi.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan resesi di Jepang akan berdampak bagi Indonesia dari sisi kinerja ekspor lantaran salah satu mitra dagang utama.
Lihat Juga :